![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Wasmah (52) warga Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, tenaga kebersihan Pemkot Tegal, Jawa Tengah yang mengalami patah tulang akibat dilempar batu oleh orang gila saat menjalankan tugasnya di Jalan Akhmad Yani, Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis 17 Juni 2010 lalu, kini menunggu uluran bantuan dari pihak Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) untuk menebus Pen penyambung tulang seharga Rp 3,5 juta.
Menurut Rosidah, kerabat Wasmah saat ditemui di ruang Lavender RSUD Kardinah Tegal, Senin 21 Juni 2010, Wasmah mengalami luka di bagian kepala dan patah tulang di bagian mata kakinya. Saat Wasmah terkena lemparan batu yang pertama, ia jatuh tersungkur dan kakinya terkilir hingga patah.
“Saat itu Wasmah sedang menyapu di Jalan A Yani, tiba-tiba orang gila di sebelah selatan Pasar Pagi melemparinya dengan batu. Karena kaget dan menahan sakit akibat lemparan yang pertama, Wasmah terhuyung dan jatuh tersungkur, akibatnya mata kaki terkilir dan patah,” kata Rosidah.
Akibat musibah itu, Sabtu 19 Juni lalu Wasmah dioperasi, namun dokter menyarankan agar kakinya yang patah itu harus disambung Pen. Sedangkan, harga Pen mencapai Rp 3,5 juta, terpaksa penyambungan kakinya ditangguhkan sampai memiliki dana.
“Kebetulan untuk biaya perawatan gratis, karena korban menggunakan fasilitas Jamkesmas. Namun harus tetap mempunyai uang Rp 3,5 juta untuk membeli Pen penyambung patah tulangnya. Kami berharap ada bantuan dari pihak Diskimtaru agar Pen penyambung tulang dapat terbeli dan terpasang,” jelasnya.
Sementara, Kabid Kebersihan Diskimtaru Kota Tegal, Ir Haryana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan yang menimpa tenaga kebersihan. Akan tetapi dirinya belum sempat mengabarkan hal itu kepada kepala Dinas. Rencananya, Selasa besok dirinya akan melaporkan perihal kecelakaan yang menimpa Wasmah kepada atasan.
“Saya mendengar dari bawahan kalau ada tenaga kebersihan yang alami kecelakaan saat tugas hingga patah tulang. Kami baru akan menyampaikan kepada atasan Selasa besok. Terkait kecelakaan itu, kami yakin Diskimtaru akan memberikan perhatian, semoga saja setelah mendapat laporan ini, pihak dinas memberi santunan untuk meringankan beban biaya,” tandas Haryana.