Diduga Bocor, Operasi Pekat Tak Membuahkan Hasil
JOH-Johari
Kamis, 17/06/2010, 14:04:00 WIB

Petugas Samapta Polresta Tegal saat operasi pekat di salah satu toko di Jalan Wahid Hasyim Kota Tegal. Dari toko yang kerap kali dirazia itu, petugas tak menemukan satu botol pun miras. (FT: Johari)

PanturaNews (Tegal) – Operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan petugas Samapta Polresta Tegal tak buahkan hasil, Kamis 17 Juni 2010. Pasalnya, sejumlah toko yang diduga menjual minuman keras (Miras) dan menjadi target operasi (TO) semuanya  tutup. Tak pelak petugas pulang dengan tangan hampa.

Operasi digelar mulai pukul 11.30 WIB, dengan sasaran pertama toko di sepanjang Jalan Wahid Hasyim Kota Tegal. Dari toko yang kerap kali dirazia itu, petugas tak menemukan satu botol pun miras. Kemudian petugas yang beranggotakan 10 personil itu, meluncur ke toko Cempaka di Jalan AR Hakim. Toko yang tahun lalu ketahuan menyimpan miras di bunker itu ternyata tutup. Lagi-lagi petugas pulang dengan tangan hampa.

Razia yang dipimpin Kasat Samapta AKP Bambang Purwanto langsung meluncur ke toko sembako di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat. Namun oleh pemilik toko mengaku sudah dirazia dua kali yakni dari Polsek Tegal Barat dan Resmob. Tak pelak petugas pulang dengan melenggang, karena miras yang dijual dari toko itu sudah diangkut petugas Polsekta Tegal Barat dan Resmob.

“Kami sudah didatangi dua kali, dari Polsekta Tegal Barat dan Resmob,” kata pemilik toko.

Kasat Samapta Polresta Tegal, AKP Bambang Purwanto, mengatakan operasi pekat yang baru saja digelar untuk meminimalisasi tindak criminal. Selain itu intruksi dari Polda Jawa Tengah, bahwa setiap Polres harus melakukan operasi pekat. Mengingat angka kejahatan belakangan ini cenderung naik. Untuk menekan angka criminal tersebut salah satunya dengan melakukan operasi pekat. “Kami tidak tahu, kok tiba-tiba toko yang menjadi TO tutup, apa mungkin mereka sudah koling-kolingan, tapi lain waktu akan kami operasi lagi,” ujarnya singkat.