![]() |
|
|
PanturaNews (Kajen) - Tradisi Tahun Baru Islam 1 Muharam 1431 H, Jumat (18/12) yang lazim disebut Syuronan diperingati masyarakat Kota Santri dengan berbagai kegiatan relegius. Sekitar 3000 santri TPQ se Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengikuti Gebyar Muharam III berupa Pawai Ta’aruf dengan menggunakan 1750 mobil hias mengelilingi Kabupaten Pekalongan. Sebelumnya mereka mengkhatamkan Al Quran 30 jus di Masjid Al Muhtarom Kajen bersama para pejabat dilingkungan pemkab setempat.
Ketua Badan Kordinasi TPQ Se-Kabupaten Pekalongan, H Syafrudin Huna Msi mengatakan, kegiatan Gebyar Muharam atau syuronan di Kabupaten Pekalongan diperingati dengan kegiatan keagamaan seperti khataman Al Quran, doa awal tahun dan akhir tahun hijriyah, serta pawai ta’aruf. Hal itu dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan kepada para santri dan masyarakat dalam menuntut ilmu yang terkandung dalam Al Qur,an. Selain itu, memotifasi mereka untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Festifal Anak Sholeh yang akan di selenggarakan Februari 2010 mendatang.
“Kegiatan ini sebagai tradisi masyarakat Kota Santri pada bulan Muharram atau syuronan, tujuanya memberikan motofasi dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat maupun santri dalam menuntut ilmu-ilmu Al Quran,” terangnya.
Sementara Bupati Pekalongan, Dra Hj Siti Qomariyah MA berharap kepada masyarakat agar mengambil hikmah dari nilai-nilai hijrah yang bermanfaat dan mendapat berkah dari keangungan bulan Muharram. Karena di bulan ini, Allah telah mengeluarkan kita semua dari kesulitan dan ujian hidup. “Selamat tahun baru Islam, semoga kita dapat mengisi dan mengambil hikmah dari nilai-nilai hijrah,” himbaunya.
Ditambahkan, Kabupaten Pekalongan sedang merintis Kota Layak Anak yang mampu memberikan teladan dan contoh bagi anak, sehingga mereka akan menjadi generasi muda yang dapat dibanggakan dimasa yang akan datang. “Gerakan ini sedang dirintis oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, harapan kami segenap masyarakat mendukung,” pintanya.