![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Episode percintaan pasangan selingkuh antara Legiman (45) warga RT 23 RW 07 Desa Pagedangan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal dan Kartini (42) warga Desa Plangkawati Kecamatan Wayjepara, Lampung, Rabu 09 Juni 2010 berakhir di terali besi Polsek Tegal Timur.
Legiman, ayah 3 anak ini adalah pedagang ayam bakar di Jalan Pala 3 Perumahan Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sedangkan Kartini merupakan seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan.
Kisah percintaannya berawal saat Legiman baru mengenal Kartini lewat telepon genggam setahun lalu. Selanjutnya, kedua pasangan yang masing-masing masih berstatus sebagai kepala rumah tangga dan isteri, setiap hari curhat dan menjalin asmara sehidup semati. Dalam curhatnya, Kartini mengisahkan alasan dirinya menjadi TKW, karena kesal dengan suaminya yang sering menyakiti lahir batin.
Kisah asmara lewat handphone itu berujung pada pertemuan antara keduanya. Untuk membuktikan cintanya kepada Legiman, Kartini tidak pulang ke Lampung tanah kelahirannya, dia justru ke Tegal menemui Legiman.
Mulailah kisah dua sejoli pasangan selingkuh itu menjalani hari-hari cintanya penuh romantis. Keduanya hidup bersama dalam rumah kontrakan di perumahan Mejasem Baru 3. Bahkan hasil kerja selama di Taiwan, dibelanjakan untuk kebutuhan hidup di kontrakannya termasuk dibelikan sebuah sepeda motor. Tetapi motor itu ternyata di gadaikan Legiman tanpa sepengetahuan Kartini. Sementara, Legiman selalu marah jika kekasihnya menanyakan keberadaan sepeda motor itu.
Pagi itu, Rabu 09 Juni 2010 sekitar pukul 07.00 WIB, Legiman mengajak Kartini untuk mengambil sepeda motornya. Ternyata bukan sepeda motor yang diambil tetapi Kartini diajak ke tangggul Sungai Ketiwon, Di tempat itu, ibu beranak 3 ini dianiaya, dipukuli dan dicekik sampai didorong ke sungai. Untungnya ada pohon sehingga Kartini bisa pegangan. Teriakan kartini pun tidak ada yang mendengar, karena lokasinya jauh dari pemukiman . Setelah berhasil lepas dari cengkraman Legiman, Kartini lari dengan berteriak minta tolong.
Warga Perumahan sub inti Martoloyo yang mendegar suara itu langsung menyergap Kartini, yang ternyata lagi dikejar-kejar oleh Legiman. Warga setempat pun berdatangan menolong Kartini dan Legiman diamankan warga. “Untung mas saya bisa lepas, kalau tidak mungkin saya sudah mati “ tutur Kartini kepada PanturaNews.com. Legiman mengaku menganiaya Kartini karena sayang.
Ketua RT 07 RW 10 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Bambang mengaku mendapat laporan dari warga yang saat itu melerai percobaan pembunuhan sadis itu. Kemudian, kedua pasangan selingkuh tersebut dibawanya ke rumah untuk dimintai keterangan. Dan dia langsung melaporkan ke pihak yang berwenang. “Sekitar pukul 07.00 WIB, percobaan pembunuhan itu terjadi. Saat itu ada warga saya yang melihatnya, dan langsung melaporkan ke saya,” ujar Bambang.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Legiman digiring ke Polsek Tegal Timur dan akan dijebloskan ke terali besi, karena tuduhan percobaan pembunuhan. Menurut keterangan sementara dari petugas Polsek Tegal Timur, Bripda Muslih, diduga pelaku hendak menguasai hartanya dengan cara menyiksa korban.
“Ada dugaan, mungkin Legiman mau menguasai harta Kartini. Sebab kalau dia sayang tidak mungkin menyiksa kekasihnya,” jelas Muslih.