![]() |
|
|
PanturaNews (Kajen) - Manager BMT Hilal Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ratna Yuliastuti SE dan stafnya, Kamis (17/12) siang mendatangi Kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Pekalongan. Mereka meminta dinas tersebut membantu penyelesaian masalah yang sedang terjadi di BMT tersebut.
Dihadapan petugas Dinsos Nakertrans, Ratna mengemukakan pihaknya merasa ditipu oleh Yayasan Duta Gajah Mada sebab gaji karyawan selama 4 bulan, jaminan kerja, dana tabungan nasabah tidak diberikan. "Total kerugian kita Rp 233.280.200," ungkapnya.
Menurutnya, gaji pokok karyawan selama 4 bulan sebesar Rp 48.000.000, jaminan kerja karyawan Rp 102.500.000 dan tabungan nasabah Rp 82.780.200. Para karyawan yang direkrut dijanjikan akan mendapat gaji sesuai dengan uang jaminan yang diberikan. "Kalau karyawan Rp 5 juta, kalau manager sampai Rp 11 juta," terang Ratna.
Petugas Dinsos Nakertrans, Hari Mardjianto mengatakan, pihaknya akan membantu penyelesaian be parted (ketanagaan kerjaan-red) sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Kita akan selesaikan masalah ini sesuai prosedur," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan Nasabah Bank Muamalat Wattamwil (BMT) Hilal Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (15/12) siang menggeruduk Kantor BMT setempat di Jalan Raya Wonopringgo. Para nasabah menuntut uang tabungannya karena sejak bangkrutnya BMT itu uang mereka tidak bisa ditarik.
Manager BMT Hilal, Ratna Yuliastuti SE menanggapi tuntutan nasabah ini tidak bisa memberikan jawaban, karena uang yang disetor nasabah telah disetorkan ke Bambang Suparyono Raharjo (BMT Isro) di bawah Yayasan Duta Gajah Mada yang beralamat di Bantul, Jogjakarta. Sebab BMT Hilal hanya perwakilan dari BMT Isro Jogjakarta.
"Kami tidak punya uang, semua setoran nasabah sudah disetorkan langsung ke rekening BMT Isro atas nama Bambang Suparyono Raharjo, kami pun dan karyawan disini sejak lama tidak digaji," terangnya.