Syarat Penegerian Harus Miliki Lahan 30 Hektar
JOH-Johari
Kamis, 17/12/2009, 14:22:00 WIB

PanturaNews (Tegal) – Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, satu-satunya perguruan tinggi kebanggan masyarakat Tegal dan sekitarnya mempunyai peluang besar untuk dijadikan perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah pantura barat. Pasalnya, PTN yang sudah ada masih terlalu jauh dijangkau, yakni di Semarang, Purwokerto, Jogjakarta, Bandung dan Jakarta. Sehingga semua civitas akademikan ngotot agar UPS secepatnya untuk menjadi PTN.

 

Ternyata penegerian UPS mendapat tantangan yang sangat berat diantaranya harus menyiapkan lahan seluas 30 hektar dan sudah bersertifikat. Hal itu diungkapkan Dirjend Dikti, Bambang Sirengat saat melakukan dialog dengan mahasiswa, rektor, Ketua Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP), dosen dan karyawan, di ruang MKU kampus Halmahera, Kamis (17/12).

 

Rektor UPS Prof DR Tri Jaka Kartana MSi mengatakan, sebagai nahkoda UPS dirinya telah menyiapkan dan mengirimkan persyaratan administratif sebagaimana yang  ditetapkan oleh pemerintah. “Secara administrasi sudah kami lakukan, diantaranta profosal dan data-data karyawan serta mahasiswa,” ujar rector.

 

Sementara menurut ketua YPP, Imawan Sugiharto SH MH, bahwa aset tanah yang sekarang dimiliki oleh UPS sekitar 5,5 hektar. Padahal syarat untuk menjadi PTN harus memiliki lahan seluas 30 hektar dan sudah besertifikat. Untuk itu dibutuhkan kepedulian pemerintah Kota Tegal untuk melengkapi kekurangan. “Tadi pak Dierjen bilang, persyaratan untuk penegerian harus memiliki lahan seluas 30 hektar, seandainya baru 15 hektar pun tidak masalah, namun yang 15 hektar lagi masih dalam proses,” kata Imawan.

 

Lebih lanjut kata dia, pihak yayasan telah melukan lobi-lobi politik baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat untuk mendukung penegerian UPS. Semuanya mendukung, tinggal persyaratan lahan yang 30 hektar. “Baik secara lisan maupun tertulis kami sudah menghadap pak wali dan beliau siap membantu. Termasuk lobi-lobi kepada wakil rakyat daerah dan anggota DPR RI Dapil 9,” ujarnya.