Mas Kunto Ajak Kembangkan Pertanian Terpadu
-Laporan Zaenal Muttaqin
Jumat, 21/04/2017, 06:36:27 WIB

Ketua DPD Asppehorti, Mas Kunto saat acara dialog dengan petani di Desa Pakujati (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Ketua DPD Asosiasi Petani Pengolah Hasil Hortikultura (Asppehorti) Provinsi Jawa Tengah, Pri Kuntadi (Mas Kunto) mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani perlu digalakkan sistem pertanian terpadu.

Hal itu disampaikan di acara Ngobrol Bareng Mas Kunto dengan Petani Desa Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Jumat 21 April 2017.

"Sistem pertanian terpadu akan meningkatkan kemandirian petani dan akan meningkatkan kesejahteraannya," ujar kakak dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ini.

Menurutnya, seringkali pupuk sering langka saat dibutuhkan petani, sementara saat panen harga hasil panennya rendah. Kondisi tersebut selain menyulitkan petani juga menjadikan kesejahteraan petani rendah.

"Bisanya seperti itu, pupuk sulit saat dibutuhkan terus hasil panennya turun," ujar Kunto di hadapan puluhan petani yang mengikuti acara tersebut.

Dikatakan, sistem pertanian terpadu harus digalakkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan juga kemandiriannya. Pertanian terpadu diantaranya dengan memadukan antara peternakan dengan pertanian.

"Dari kotoran hewan ternak seperti kambing atau sapi dapat diolah menjadi pupuk organik yang dapat menggantikan atau mengurangi penggunaan pupuk kimia," terang Kunto.

Berdasarkan pengalaman model seperti itu cukup berhasil dan dapat meningkatkan hasil panen. Obat-obatan pertanian juga dapat dikembangkan dari bahan organik yang ramah lingkungan.

"Nantinya tanahnya akan semakin subur dan hasilnya meningkat dan berlipat," ungkap Kunto.

Sebelum acara dialog diawali dengan kegiatan panen padi di lahan milik salah satu petani Desa Pakujati. Tanaman padi tersebut sebelumnya dilakukan secara terpadu dan hasilnya cukup mencengankan.

"Biasanya di lahan itu hanya enam karung gabah basah, setelah dilakukan pola terpadu hasilnya menjadi 12 karung lebih," kata Rince Steven peternak dan pendamping petani Desa Pakujati.

Pola pertanian terpadi saat ini mulai dirintis di Desa Pakujati. Rince yang saat ini beternak kambing ini juga aktif melakukan pengembangan pertanian terpadu dengan memanfaatkan limbah ternaknya.

"Kami dengan bimbingan dari Pak Kunto terus melakukan upaya pengembangan pertanian terpadu," kata Steven.

Melalui ngobrol bareng Mas Kunto yang digelar di halaman rumah Steven tersebut diharapkan dapat memotivasi para petani untuk menerapkan pertanian terpadu dan juga menerapkan pertanian organik yang lebih menguntungkan.