Penyandang Tunadaksa ke Jakarta dengan Kursi Roda
-Laporan Zaenal Muttaqin
Selasa, 18/04/2017, 05:52:58 WIB

Penyandang tunadaksa, Shinta Utami (tengah pakai topi) diwawancarai awak media saat istirahat di Paguyangan (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Bertajuk “Journey of Dreams”, atau impian perjalanan, penyandang tunadaksa Shinta Utami (33) melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Ibu Kota Jakarta dengan kursi roda.

Setelah sekian hari menempuh perjalanan pada Selasa 18 April 2017 telah sampai di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, atau sekitar 200 kilometer perjalanan yang telah ditempuhnya.

Bukan tanpa tujuan, perjalanan Shinta menuju Jakarta yang berarti harus menempuh perjalanan sejauh 530 dari Yogyakarta, membawa satu misi. Yaitu menyuarakan aspirasi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Menghapus stigma masyarakat bahwa kaum disabilitas tidak mandiri, sekaligus sebagai bentuk protes kepada pemerintah tentang karena masih terbatasnya aksesibilitas.

“Harapan saya agar kesadaran masyarakat dan pemerintah semakin meningkat terkait hak-hak penyandang disabilitas. Belum banyak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas seperti saya ini,” kata Shinta saat diwawancarai oleh sejumlah awak media.


Contohnya saja, katanya pula, jalan raya adalah milik umum tapi kaum disabilitas belum sepenuhnya bisa mengakses. Juga fasilitas-fafilitas bangunan milik pemerintah yang umumnya tidak ramah bagi kaum disabilitas.

“Saya harap bisa menyebarkan semangat dan inspirasi kepada perempuan dan penyandang disabilitas bahwa kita semua mampu mewujudkan mimpi, tanpa batas. Membuktikan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas mampu untuk melakukan hal positif dalam hidup,” terangnya.

Menurut Shinta, Yogyakarta dipilih sebagai kota awal untuk perjalanannya, karena kota gudeg itu sudah menerapkan regulasi untuk menjadi kota inklusi. Diharapkan daerah-daerah yang dilaluinya dalam perjalanan yang ditarget selama 20 hari itu juga ikut terpacu untuk mewujudkan kota layak bagi penyandang disabilitas.

“Meski belum optimal tapi kami berharap kota yang dilalui bisa menerapkan kota ramah kaum disabilitas ,” harap Shinta.

Diungkapkan, perjalanannya juga bertujuan untuk pengumpulan dana untuk bagi kegiatan serupa untuk mengelililingi asia yang rencananya akan menggunakan sepeda motor.

“Mohon supportnya, dan tidak harus selalu berbentuk dana, dapat juga dengan bantu membagi link ini ke teman-teman, baik melalui instagram @limitedwithoutlimits, facebook Limitedwithoutlimits atau homepage di https//kita bisa.com/limitedwithoutlimits,” tandasnya.