Wlahar, Desa Terpencil Kaya Makanan Tradisional
-Laporan Zaenal Muttaqin
Kamis, 13/04/2017, 08:43:19 WIB

Keramaian saat digelar bazar makanan tradisonal dalam rangka Launching Kampung KB Desa Wlahar (Foto: Eko D/ Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tergolong terpencil dan jauh dari keramaian. Meski begitu, di desa yang jarak antar pedukuhannya berjauhan bahkan terpisah oleh sungai ini, ternyata kaya dengan aneka makanan tradisional.

Hal itu terungkap saat digelar Bazar Makanan Tradisonal dalam rangka Launching Kampung KB, Rabu 12 April 2017. Puluhan macam makanan tradisional yang khas Desa Wlahar dengan bahan alami yang ada di desa tersebut ditampilkan.

Pada bazar tersebut beberapa pedukuhan nampak saling unjuk keunggulan dengan hasil makanan olahannya. Diantaranya, Dukuh Tegalwangi menampilkan makanan Awug-awug dan Cetil, Dukuh Buntrak ada Bakso Ikan, Dukuh Karangsari menampilkan Pepes Wader, Singkong Kukus, Tales, Gembili dan Apem Jawa. Dukuh Wlahar juga mengandalkan makanan olahan berupa Lontong Sayur dan Dukuh Keduangabad menungunjukkan Nasi Jagung istimewanya.

Kepala Desa Wlahar, Kursan mengatakan, melalui bazar dalam rangka Launching Kampung KB ini untuk melestarikan sekaligus mengenalkan aneka makanan tradisional yang ada di Desa Wlahar.

"Selain Launching Kampung KB, sekaligus bazar makan tradisional khas Wlahar, dalam rangka melestrarikan dan mengenalkan kepada masyarakat secara luas," ujarnya.

Melalui bazar dimaskdukan juga untuk menggugah warga untuk terus menggali dan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) lokal menjadi produk unggulan. Selanjutnya dapat menjadi produk ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

"Ini akan menjadi daya tarik yang dapat menggugah warga lebih kreatif memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan," kata Kusran.

Sebenarnya, aneka makanan yang dipamerkan di bazar tergolong sedikit, karena masih banyak jenis makanan olahan tradisional yang ada di Desa Wlahar. Semua makanan tradisional tersebut diolah dari hasil bumi yang ada di Desa Wlahar.

"Sebenarnya masih banyak yang belum dipamerkan, karena keterbatasan waktu untuk persiapan," kata Saprah (29) salah satu Kader Posyandu Desa Wlahar.

Kegiatan Launching Kampung KB di Desa Wlahar dihadiri oleh pejabat Muspika, UPTD Pendidikan, UPTD Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kecamatan Larangan, dan lainnya. (ED)