![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Korban bencana tanah bergerak di Dukuh Karanganyar dan Dukuh Limbangan, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali meneruskan pembangunan rumah tinggalnya di tempat relokasi.
Hal itu menyusul dicairkannya Bantuan Pembangunan Rumah (BPR) dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp 1,5 milyar lebih. Bantuan sebesar itu diterimakan kepada warga dalam bentuk material bahan bangunan.
Kepala Desa Sridadi, Nasugiyanto mengatakan, saat ini warga kembali meneruskan pembangunan rumahnya di tempat relokasi. Bangunan rumah yang semula seadanya disempurnakan lagi agar memenuhi syarat rumah sehat.
"Bantuan sudah turun dalam bentuk material dan langsung dimanfaatkan warga untuk membangun bagian rumah tinggalnya yang belum sempurna," ujarnya, Kamis 23 Maret 2017.
Bantuan diterimakan pada warga korban bencana tanah bergerak dalam bentuk material sesuai kebutuhan. Ada yang mendapatkan bahan bangunan konturksi atap, semen dan lainnya.
Pengamatan di lokasi nampak warga menggunakan bantuan sesuai kebutuhan. Ada pula yang untuk mengganti kontruksi kayu yang lapuk karena bekas bangunan lama dengan kontruksi baja ringan.
"Semua digunakan untuk melanjutkan atau merampungkan bangunan tempat tinggal," ujar salah satu warga.
Perlu diketahui, Kementerian Sosial RI telah menyalurkan bantuan untuk korban tanah bergerak Desa Sridadi. Bantuan diserahkan Bupati Brebes Idza Priyanti kepada 87 keluarga di balai Desa Sridadi, beberapa waktu lalu. Bantuan dalam bentuk uang Rp 1,5 miliar lebih itu berupa bahan bangunan rumah.
Sesuai dengan verifikasi dan usulan sejak 2015, tiap keluarga berkisar Rp 15 juta – Rp 20 juta. Pada Januari 2016 lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes juga telah memberi bantuan relokasi kepada 87 keluarga korban tanah bergerak di Dukuh Karanganyar dan Limbangan Desa Sridadi tersebut.