Tangkal Berita Hoax, PMII Latihan Jurnalistik
-Laporan Takwo Heriyanto
Minggu, 19/03/2017, 10:24:03 WIB

Ismail memberikan pelatihan jurnalistik kepada PMII Brebes.(Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Perkembangan sistem informasi yang kian terbuka, membuat arus informasi begitu deras nyaris tanpa kontrol. Munculnya fenomena berita hoax di ruang publik media sosial begitu mudah memberikan yang menyesatkan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apalagi, berita tersebut juga kerap merugikan pihak tertentu tanpa ada klarifikasi.

Dalam rangka membentengi generasi muda dari berita yang salah, Pengurus Komisariat Pusponegoro PMII Kabupaten Brebes menggelar pelatihan jurnalistik di kantor sekretariat PC PMII Brebes di Kampung Saditan Brebes, Minggu 19 Maret 2017. Kegiatan itu dikuti peserta yang merupakan mahasiswa STAI Brebes dan kader PMII Brebes.

Ketua PK PMII Pusponegoro, Muamar Anis mengatakan, kegiatan ini bertujuan membekali anggotanya agar bisa memahami kaidah-kaidah jurnalistik yang benar. Sebab, saat ini banyak berita hoax dan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Informasi sampah biasanya tanpa klarifikasi sehingga sering merugikan pihak tertentu, termasuk kalangan Nahdiyin.

"Era kebebasan informasi sekarang seolah sudah kebablasan, banyak berita sampah beredar, bahkan sering merugikan pihak tertentu dan untuk kepentingan pihak tertentu. Sehingga kami berharap peserta bisa memahami kaidah yang sahih, syukur-syukur bisa mengkounter isu tersebut agar benar," kata Muamar.

Melalui kegiatan ini, pihaknya juga berharap peserta bisa membuat berita melalui proses jurnalistik yang benar. Sehingga, bisa menyampaikan informasi yang sesuai dengan idelogi Ahlussunah wal Jamaah dan beriorientasi pada Rahmatan Lil Alamin.

Dalam kesempatan tersebut, menghadirkan narasumber praktisi, Ismail yang juga pengurus Forum Komunikasi Wartawan Brebes (FKWB). Dia menyampaikan tentang dasar-dasar jurnalistik dan teknik penulisan.

Di samping itu, ia juga menjelaskan berbagai macam bentuk berita dan teknik peliputan. Tidak hanya teori, peserta juga dituntut mempraktekkan tentang peliputan dan penulisan berdasarkan kaidah jurnalistik yang baik dan benar.