Tolak Ditutup, Mahasiswa Akper Demo di Balaikota
-Laporan Johari & SL Gaharu
Selasa, 14/03/2017, 09:11:14 WIB

Ratusan mahasiswa Akper Pemkot Tegal gelar domo di depan gerbang Balaikota tuntut tidak ditutup (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Untuk kesekian kalinya, ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal, Jawa Tengah, melakukan protes dan perlawanan terhadap arogansi Walikota Tegal yang akan menutup Akper kebanggan masyarakat Kota Tegal. Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa, dengan tuntutan agar walikota menandatangani surat pengajuan permohonan Akper merger ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Aksi unjuk rasa itu dilakukan di depan Gerbang Balai Kota Tegal, Selasa 14 Maret 2017.

Selain orasi, mahasiswa juga menggelar sujud dan tidur di tengah jalan, sebagai bentuk protes kepada Walikota Tegal, Hj Siti Masitha agar tidak jadi menutup Akper. Selain itu, mahasiswa juga membawa sejumlah poster yang bertuliskan ‘Harus Merger dengan Kemenkes’, ‘Pendidikan Seharusnya Diperbesar bukan Dibubarkan’, ‘Kemenkes Harga Mati’, ‘Ingat Salah Satu Tujuan Bangsa Mencerdaskan Kehidupan Bangsa’ dan ‘Jangan Halangi Masa Depan Kami’.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Imam Fatkhu mengatakan aksi dilakukan lantaran sampai saat ini belum ada keputusan merger dengan kementrian kesehatan. “Itu sama saja melakukan upaya penutupan Akper. Sebab, batas waktu pengajuan merger dengan Kemenkes hanya sampai tanggal 27 Maret 2017 mendatang. Kalau tidak segera dimerger, maka Akper terancam tutup,” katanya.

Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan Kami Bukan Alat Pencitraan, Akper Gabung Kemenkes Harga Mati, Kami Mogok Sampai Masalah Akper Tuntas Merger dengan Kemenkes, Jangan Korbankan Pendidikan Akper Gabung Kemenkes, dan Tolak Sewenang-Wenangan.

Imam menegaskan, aksinya akan terus dilakukan hingga tuntutan dipenuhi. Sebab, jika Akper ditutup maka sama saja dengan mematikan pendidikan di Kota Tegal. Usai menggelar aksi di depan Balai Kota, mahasiswa kemudian bergerak menuju gedung DPRD Kota Tegal untuk bertempu dengan pimpinan DPRD.

Sebelumnya diberitakan, setelah melakukan aksi mogok kuliah, ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat 10 Maret 2017, kali ini mahasiswa membagikan pamlet kepada pengguna jalan di 4 titik perempatan, Senin 13 Maret 2017 pukul 09.00 WIB.

“Kami membagikan pamlet agar masyarakat tahu permasalahan yang dialami Akper. Aksi mogok kuliah dan bagi-bagi pamlet ini, akan kami lakukan setelah ada jaminan dari walikota menyetujui permohonan merger ke Kemenkes,” ujar penanggung jawab aksi, Tri Fajar Anggraeni saat ditemui di lampu merah perempatan alun-alun.

Menurut Tri, aksi bagi-bagi pamlet kali ini dilakukan di 4 titik, yakni perempatan Kejambon, perempatan Jalan Gajah Mada di timur Pengadilan Negeri Tegal, perempatan Jalan A Yani Alun-alun dan perempatan Langon Jalan Wekudoro.