Tuntutan Dikabulkan Proyek Panas Bumi Dilanjutkan
-Laporan Zaenal Muttaqin
Senin, 13/03/2017, 06:09:50 WIB

Perwakilan warga dan Muspika usai membuka portal atau blokade, berfoto bersama (Foto: Mnjn?Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Aktivitas proyek panas bumi atau geothermal yang dilakukan oleh PT SAE yang ada di Desa Pandasari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali dilanjutkan setelah sebelumnya dihentikan sementara setelah didemo oleh ribuan warga.

Kembalinya aktivitas pekerjaan proyek panas bumi tersebut ditandai dengan dibukanya portal blokade di dekat pintu utama lokasi proyek oleh warga disaksikan oleh Muspika Paguyangan dan juga dari PT SAE, pada Senin 13 Maret 2017.

Kepala Desa Pandansari, Khamdo membenarkan dibukan blokade tersebut. Menurutnya, blokade dibuka setelah adanya kesepakatan antara perwakilan warga dengan PT SAE pada Minggu 12 Maret 2017 mlam.

"Pada pertemuan malam itu telah ada kesepakatan dan sembeilan tuntutan warga dikabulkan," katanya kepada wartawan.

Dikatakan, sembilan tuntutan yang dikabulkan itu diantaranya akan dilakukan perbaikan jalan dari pertigaan Kaligua hingga ke dekat pintu utama lokasi proyek atau sepanjang sekitar 15 kilometer. Begitu pula tuntutan lainnya seperti masalah air bersih yang keruh agar diperbaiki juga dikabulkan.

"Tuntutan dikabulkan dan sehingga tidak ada masalah lagi," ucap Khamdo.

Perlu diketahui, sebelumnya ribuan warga menggelar aksi unjuk rasa atau demo di depan kantor PT SAE yang ada di Desa Pandasari, pada Senin 06 Maret 2017 lalu.

Warga yang berjumlah sekitar 3000 orang itu berasal dari Desa Pandasari Kecamatan Paguyangan dan Desa Wanareja Kecamatan Sirampog, berunjuk rasa menuntut PT Sejahtera Alam Energi (SAE) selaku pelaksana proyek panas bumi atau geothermal menghentikan aktivitas pekerjaan sampai tuntutan warga dipenuhi.

Diantara tuntutan warga agar dilakukan perbaikan jalan dari pertigaan Kaligua hingga pintu masuk Agro Wisata, perbaikan mata air Capiturang yang kini menjadi keruh, alat berat agar mulai naik ke lokasi proyek pada pukul 10.00 WIB agar tidak mengganggu aktivitas warga dan lainnya.

Tuntutan warga sangat kuat, maka saat itu dilakukan negoasiasi antar perwakilan pengunjukrasa dengan PT SAE. Perwakilan dari pengunjuk rasa diantaranya, Kades Pandasari, Kamdo, Kades Wanareja Gigih Kuspriyanto, Wahyono dan Kusyanto serta lainnya.