Polres Brebes Sebar Ribuan Pamflet Kabar Hoax
-Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 08/03/2017, 10:22:44 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Jajaran Polres Brebes, Jawa Tengah, langsung mengambil sikap tegas menyusul adanya kasus tindakan penganiyaan yang kerap terjadi di wilayah hukumnya.

Ironisnya, hal itu diakibatkan terkait maraknya kabar atau informasi yang tidak benar (Hoax) melalui media sosial (medsos). Yakni yang dilakukanoleh orang yang berpura-pura gila kemudian menculik anak-anak untuk diambil organ dalamnya, sehingga informasi tersebut telah menimbulkan keresahan di lingkungan warga masyarakat.

Kapolres Brebes, AKBP Luthfie Sulistyawan mengatakan, pihaknya mengajak kerjasama kepada seluruh instansi dan dinas terkait serta masyarakat utuk lebih bijak dalam menyikapi situasi yang tengah berkembang terkait informasi adanya penculikan anak.

Sebab, berita bohong (hoax) kerap berdampak fatal, terutama bagi kalangan masyarakat yang tak mengkonfirmasi ataupun mengecek kebenarannya. Hal itu seperti yang terjadi di Desa Tegalreja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, kemarin.

Padahal, lanjut Kapolres, aksi penganiayaan dari sejumlah warga setempat itu ditengarai lantaran hoax, yang selama ini berkembang di media sosial (medsos) dan dari mulut ke mulut. Dimana, beredar kabar adanya kasus penculik anak, yang diduga pelakunya berkeliaran dengan menyamar sebagai orang gila dan gelandangan berpakaian kumal.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyikapi informasi yang tengah menjadi virat tersebut,” tegas Kapolres.

Untuk menghindari kejadian itu agar tidak terulang kembali, pihaknya selain melakukan sosialisasi terkait informasi tesebut adalah belum tentu benar (hoax) melalui beberapa akun dimedia sosial, langkah lain juga telah ditempuh dengan memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas dimasing-masing Polsek untuk bisa disampaikan kepada warga binaanya.

Selain itu, pihaknya  juga telah membuat surat kepada seluruh Kepala Desa (Kades) untuk membantu mensosialisasikan hal ini agar warga tidak resah. Disamping itu juga telah dicetak sedikitnya 5000 brosur dan puluhan spanduk yang berisi bahwa berita penculikan itu adalah berita bohong.

“Waspada terhadap kejahatan memang perlu. Pesan kami kepada warga, jika mengetahui ada orang asing dilingkungan tempat tinggal silahkan langsung menghubungi Kepolisian terdekat dan warga agar tidak main hakim sendiri,” pungkasnya.