![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Kondisi jalan provinsi ruas Bumiayu-Sirampog yang ambles di jalur tanjakan Pengasinan Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, makin parah. Meski begitu hingga kini belum ada penanganan pada jalan tanjakan yang sebelumnya dibangun dengan anggaran milyaran rupiah tersebut.
Pantauan PanturaNews.Com pada Rabu 08 Maret 2017 di lokasi nampak bagian yang ambles mencapai kedalam sekitar satu meter. Selain ambles jalan juga pecah memanjang sekitar 40 meter. Akibat ambles yang makin parah tersebut, tanjakan hanya dapat dilintasi kendaraan roda empat secara bergantian atau buka tutup dan harus ekstra hati-hati.
Kepala Desa Sridadi, Nasugiyanto mengatakan, jalan tanjakan Pengasinan yang ambles baru selesai dilakukan perbaikan pada November 2016 lalu dengan anggaran Rp 3,6 milyar dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Dua pekan setelah perbaikan jalan mengalami pecah dan merekah serta talud beton pengaman di satu sisi jalan juga merekah.
"Setelah selesai perbaikan tidak lama jalan tanjakan Pengasinan kembali pecah dan ambles, sekarang kondisinya semakin parah," ujarnya.
Sebelumnya sempat dilakukan penambalan dengan campuran semen pada bagian yang pecah, tapi jalan makin ambles dan belum dilakukan penanganan lanjutan, padahal masih dalam masa pemeliharaan.
"Jalan baru selesai dibangun dan rusak, semestinya masih dalam masa pemeliharaan," kata Nasugiyanto.
Camat Sirampog, Munaedi SH membenarkan kondisi jalan tanjakan Pengasinan yang pecah dan ambles tersebut. Pihaknya telah melaporkan kepada pihak terkait.
Diharapkan segera dilakukan penanganan untuk perbaikan. Mengingat saat ini curah hujan masih cukup tinggi dan dikawatirkan akan memperparah kerusakan pada tanjakan Pengasinan tersebut.
"Jalan tersebut merupakan jalur utama dan menjadi akses warga Sirampog, kalau kerusakan makin parah dapat mengganggu aktivitas dan juga perekonomian warga," katanya.