![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Beras gratis (Rastis) yang didistribusikan Pemkot Tegal, Jawa Tengah, tahap pertama di tahun 2010 untuk warga di 27 Kelurahan se-Kota Tegal kwalitasnya jelek. Beras tersebut dipenuhi kutu dan bulir berasnya patah kecil menyerupai menir.
Demikian ditegaskan Ketua RT 03 RW IV Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Sumarto saat hendak mengambil beras di kantor kelurahan setempat, Rabu 19 Mei 2010.
“Memang beras gratis ini kwalitasnya jelek. Berasnya penuh kutu dan bulir berasnya kok patah-patah lembut hampir menyerupai menir. Masih bagus beras gratis tahun sebelumnya. Kami akan minta ganti,” kata Sumarto.
Kaitan hal tersebut, Lurah Kalinyamat Kulon, Suparjo akan mengkoordinasikan dengan dinas yang membawahinya yakni Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). “Ya benar, berasnya patah-patah dan nampak ada kutunya. Nanti kami akan koordinasi dengan Dinsosnakertrans,” ujarnya.
Menurutnya, beras sebanyak 442 kantong yang dikemas dalam kantong plastik seberat 10 Kg itu diterima pada Selasa 18 Mei 2010 sekitar pukul 11.00 siang. Beras tersebut akan dibagikan untuk warga miskin di 27 RT.
Hal serupa terjadi di Kelurahan Sumurpanggang. Menurut staf Kelurahan Sumurpanggang, Umar, beras yang diterimanya sebanyak 272 kantong dalam kemasan 10 Kg itu banyak dipenuhi kutu dan bulir berasnya jelek. Selain itu, Umar juga mengatakan, ada kesalahan dalam kemasan kantong plastiknya.
“Sudah berasnya jelek, kemasan kantong plastiknya juga bermasalah. Sebab, hampir semuanya menggunakan kantong plastik tahun 2009 yang bertuliskan Program kegiatan fasilitas kemitraan swasta dan usaha mikro kecil dan menengah di perdesaan, dibawah naungan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (Bapermas-KB),” jelasnya.
Sedangkan yang berkantong plastik tahun 2010 dengan tulisan program kegiatan pengadaan sarana dan prasarana pendukung usaha bagi keluarga miskin dibawah naungan Dinsosnakertrans hanya sebagian kecil. “Yang benar adalah yang kemasan kantong plastiknya bertanda tahun 2010. Memang soal itu tidak berdampak kepada warga, namun akibat kesalahan itu kami kesulitan dalam administrasinya. Apalagi saat beras itu diterima, pengirim tidak membuat berita acara pengiriman dan penerimaan,” jelasnya.
Umar menambahkan, pihaknya sudah komplain kepada pengirim kaitan kemasan kantong plastik yang logo dan cap tahunnya tidak sesuai. Sementara, diketahui dalam dokumen Rencana Kerja Satuan (RKS) pengadaan beras gratis tahun 2010 senilai Rp 1.889.298.000 itu diatur, bahwa kemasan kantong plastik dalam ukuran 10 Kg itu harus berlogo Pemkot Tegal dengan tetera tulisan Bantuan Beras Gratis Untuk Keluraga Miskin tahun anggaran 2010.
Sementara, Abdul Hakim selaku penyedia jasa pengadaan beras gratis 2010 saat dikonfirmasi kaitan hal itu tidak banyak memberikan komentar. Dirinya hanya mengatakan semua permasalahan yang menyangkut beras gratis hendaknya dikonfirmasikan ke Dinsosnakertrans.
“Saya menuruti intruksi dari kepala Dinsosnakertrans agar semua jawaban mengenai permasalahan dalam pengadaan beras gratis ini satu pintu melalui Dinsosnakertrans. Beras sudah kami distribusikan semua ke 27 kelurahan dan Kamis besok ada pembagian secara simbolik oleh Walikota di Kelurahan Randugunting,” tegasnya.