![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Akibat musibah kebakaran Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terpaksa menghentikan produksinya untuk sementara waktu.
Saat ini sedang dilakukan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Yakni, unit pengolah limbah yang terdiri dari bangunan instalasi dan bak pengolah limbah.
"Produksi sementara dihentikan, sampai perbaikan pengolahan limbah selesai," ujar Kaur Produksi PGT Winduaji, Basuki kepada wartawan, Kamis 09 Februari 2017.
Menurutnya, perbaikan pada bagian yang rusak akibat kebakaran yang terjadi Rabu 08 Februari 2017 memerlukan waktu paling cepat dua hari untuk melakukan perbaikan. Pada bagian atap dan dinding bak pengolah limbah merupakan bagian yang rusak dan kini sedang dilakukan perbaikan.
"Atap yang terbuat dari rangka kayu dan atap asbes hangus perbakar, juga keramik dinding bak pengolah banyak yang lepas, akan diperbaiki semuanya," kata Basuki.
Dikatakan, kebakaran yang menimpa PGT Winduaji merupakan yang pertama kali menimpa pabrik yang telah berdiri puluhan tahun tersebut. Kebakaran tidak sampai merembet ke bagian lain sehingga tidak terlalu berpengaruh pada kelangsungan produksi.
"Kebakaran kemarin baru pertama kali, kerusakan akibat kebakaran pada bagian penglolahan limbah dan setelah perbaikan akan kembali berproduksi lagi," kungkap.
Selain itu, saat ini juga tengah menunggu pengumpulan getah untuk bahan produksi yang dikirim dari tempat-tempat penyadapan se BKPH Pekalongan Barat. Setelah perbaikan selesai dan getah sudah terkumpul pabrik akan kembali berproduksi seperti biasanya.
Perlu diketahui, PGT Winduaji, terbakar pada Rabu 08 Februari 2017. Empat unit mobil kebakaran dikerahkan untuk memadmkan kebakaran yang diduga akibat hubungan pendek arus listrik tersebut.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 pada instalasi pengolah limbah yang terdiri dari empat bak pengolah. Api bermula dari mesin pompa bertenaga listrik penyedot limbah yang mengeluarkan percikan api, akibat hubungan pendek arus listrik. Percikan api tersebut menyambar limbah yang mengandung minyak dan mudah terbakar
Kebakaran menghanguskan bangunan unit pengolah limbah berukuran 4 x 12 meter persegi, terutama pada bagian atap. Kebakaran tersebut sempat mengancam keselamatan pada bagian unit pengolah jonjot atau gondo hitam yang dapat mengakibatkan terjadinya ledakan.
Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut. Sementara kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan sebesar Rp 20 juta, yang terdiri dari kerusakan bangunan instalasi pengolah limbah dan mesin pompa.
Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) yang ada di Jalan Raya Winduaji Paguyangan tersebut, merupakan pabrik milik BUMN PT Perhutani yang mengolah getah pinus menjadi bahan kimia dasar yang biasanya untuk bahan pembuatan cat dan lainnya.