![]() |
|
|
PanturaNews (Senayan) - Ketua MPR RI, HM Taufiq Kiemas menerima kunjungan kerja (Kunker) dari Duta Besar (Dubes) Afrika Selatan (Afsel) untuk Indonesia, Mr. Dr. Noel N.Lehoko diruang kerja Ketua MPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12) siang.
Dikatakan Taufiq Kimeas, hubungan dua Negara ini yakni Indonesia dan Afrika Selatan telah berjalan dengan baik selama ini. Dan itu akan terus dijaga. "Hubungan Indonesia dengan Afrika Selatan bertambah erat, mudah-mudahan akan terus berjalan dengan baik," ujarnya.
Taufiq yang akrab disapa TK mengungkapkan, bahwa dirinya sudah tiga kali berkunjung ke Afrika Selatan, salah satunya pada tahun 1999 saat Ibu Megawati Soekarnoputri mengutus dirinya untuk mengetahui cara menyelesain konflik.
"Pada tahun 1999, saya disuruh oleh Ibu Mega untuk mengetahui perdamaian di
Afrika Selatan. Kita belajar kepada Afrika Selatan cara penyelesaikan konflik, karena pada waktu itu kita sedang dilanda konflik di beberapa daerah," jelasnya.
Ketua MPR RI yang didampingi oleh Wakil Ketua, Hj. Melani Leimena Suharli mengungkapkan, bahwa Bangsa Indonesia mempunyai Idiologi yaitu Pancasila yang
didalamnya terdapat plurarisme dengan berbagai macam bahasa dan budaya.
"Kami juga belajar dari Afrika Selatan tentang plurarisme, karena kita ketahui bahwa di Afrika Selatan plurarismenya sangat terjaga dengan baik," tuturnya.
Kedepan, lanjut TK, kerjasama antara Indonesia dengan Afrika Selatan bisa dilakuakan di berbagai bidang diantarnya pertukaran pelajar, bidang perminyakan dan bidang kemanusiaan.
Sementara itu Dubes Afrika Selatan, Mr. Dr. Noel N. Lehoko menyampaikan salam
dari Presiden Afrika Selatan untuk rakyat Indonesia. Mudah-mudahan hubunangan
bilateral Afrika dengan Indonesia bisa berjalan dengan baik.
Dikatakan Noel N. Lehoko bahwa dirinya melihat foto Ibu Megawati Soekarnoputri di ruang kerja Ketua MPR saat ini sangat senang. Menurutnya, Megawati merupakan pemimpin besar. "Saya melihat foto Ibu Mega, yang kala itu menjadi Presiden pernah berkunjung ke Afrika selatan dan bertemu dengan Presiden kami Mandela. Beliau adalah pimpinan yang besar bagi kami, karena belaiu selalu memakai batik dan selalu menjunjung tinggi kebudayaan," jelasnya.