![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Proyek pembangunan jalan menuju jembatan Dukuh Trukan di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah hingga kini masih terbengkalai. Pasalnya, sejak menerima Surat Perintah Melaksanakan Kerja (SPMK) sekitar sebulan lalu, pihak rekanan yakni CV Kemukten yang berkantor di Jalan Delima No 48 Kota Tegal, belum melaksanakan tugasnya.
Komisi III DPRD Kota Tegal dalam agenda tinjauan lapangan, Senin 17 Mei 2010 menyayangkan rekanan yang telah mengabaikan kewajibannya. Ketua Komisi III, H Nursholeh mengatakan, sesuai data di papan kegiatan tertera pekerjaan sudah dimulai sejak 09 April 2010 lalu dan selesai pada 05 Oktober mendatang. Namun hingga kini belum dikerjakan sama sekali.
“Kita lihat sendiri, hanya ada papan proyek yang terpasang. Untuk pelaksanaan proyeknya belum sama sekali. Tidak satupun pekerja proyek yang nampak, seharusnya sudah dikerjakan sejak 9 April lalu. Proyek ini dipastikan akan terlambat penyelesaiannya,” kata Nursholeh.
Hal senada disampaikan anggota Komisi III, Rofii Ali. Menurutnya, rekanan yang bersangkutan diminta untuk bertanggungjawab atas keterlambatan pekerjaan tersebut. “Selain rekanan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga harus bertanggungjawab atas kelalaian pengawasan yang seharusnya dilaksanakan. DPU harus berani membatalkan perjanjian kontrak dengan CV Kemukten selaku rekanan,” tegas Rofii.
Secara terpisah, penanggungjawab CV Kemukten, Muamar Kadafi saat dikonfirmasi via telepon selularnya mengakui atas keterlambatan pekerjaan proyek tersebut. Menurutnya, faktor utama yang menjadi kendala adalah adanya tanaman milik petani di atas lahan yang akan dibangun jalan.
“Saat kami akan memulai proyek, ada tanaman bawang milik petani yang menghalangi kelancaran kerja. Maka sebelum pekerjaan dimulai, kami menggelar sosialisasi dengan para petani yang difasilitasi pihak kelurahan setempat. Hasilnya, proyek baru bisa dilaksanakan setelah tanaman bawang merah itu panen,” kata Kadafi.
Ditambahkan Kadafi, atas keterlambatan pekerjaan proyek jalan itu, dirinya bertanggungjawab penuh dengan segala konsekuensinya. Menurutnya, proyek jalan baru mulai dikerjakan dalam minggu ini.