Mandi di Sungai, Dua Siswa MTs Tenggelam
-Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 25/01/2017, 07:27:30 WIB

Tim gabungan mencari dua siswa MTs yang tenggelam di sungai Kabuyutan (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Dua siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Albuhkhori Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tenggelam saat mandi di sungai Kabuyutan desa setempat, Rabu 25 Januari 2017 sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedua siswa yang masih duduk dibangku kelas VII itu, diketahui bernama Bayu (13), asal Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung dan Salman Alfarizi (13) asal Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Hingga petang ini, kedua korban belum berhasil ditemukan, meski tim gabungan dari Polres Brebes, TNI, SAR, PMI Brebes, Polsek Tanjung dengan dibantu warga setempat, tengah berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews.Com dilokasi kejadian menyebutkan, sebelum peristiwa nahas terjadi, dua bocah itu baru saja selesai mengikuti kegiatan olahraga sepak bola dengan teman sekelasnya di lapangan desa setempat. 

Lokasi lapangan berada tepat di tepi Sungai Kabuyutan. Usai melakukan kegiatan olahraga bersama gurunya, Mahfudin (32), para siswa diminta untuk kembali ke sekolahnya yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari lapangan.

Namun, 15 siswa MTs itu bukanya langsung kembali ke sekolahnya, malah menuju Sungai Kabuyutan untuk mencuci pakaiannya dan sekaligus mandi bersama. Padahal, saat itu kondisi arus Sungai Kabuyutan deras, akibat beberapa jam sebelumnya turun hujan lebat. 

Akibatnya, dua dari 15 siswa itu, yakni Bayu dan Salman yang diketahui tidak bisa berenang, langsung tenggelam begitu saja.

"Pak Guru nyuruhnya kalau mau cuci pakaian di pinggir sungai saja, tapi Bayu dan Salman malah berenang ke tengah, gandulan pakai debok pisang (pelepah pisang). Tiba-tiba saat berenang itu, pegangan tanganya lepas dan akhirnya tenggelam," ujar Fakhi (13), salah satu teman korban yang juga siswa MTS Albukhori Tanjung.

Menurutnya, ia dan teman-teman serta gurunya pun panic, dan berteriak minta tolong saat mengetahui dua siswanya hilang tenggelam di Sungai Kabuyutan. 

Warga setempat, Bambang (40) mengatakan, diperkirakan kedua korban masih berada di dasar sungai Kabuyutan. Sebab, jika arus sungai dangkal warga setempat sering kali memanfaatkan lumpur di sungai untuk membuat batu bata.

"Sungai ini sebenarnya nggak begitu deras arusnya kalau musim kemarau. Tapi kalau musim hujan seperti ini arusnya deras, apalagi di titik hilangnya kedua korban itu, di dasarnya ada cekungan dalam bekas pengerukan lumpur untuk pembuatan batu bata," terangnya.

Namun karena hari mulai gelap, maka tim gabungan dari Polres Brebes, TNI, SAR, PMI Brebes, Polsek Tanjung, memutuskan menghentikan pencarian, dan akan dilanjukan besok.