![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Warga Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi protes atas kerusakan jalan penghubung Desa Karang Bandung sepanjang 2 Kilometer (KM) yang rusak parah. Kerusakan jalan tidak pernah ada perbaikan dari pemerintah.
Dalam aksi protesnya itu, mereka tidak segan-segan mengancam akan memboikot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Brebes yang akan digelar 15 Februari 2017, apabila tidak ada realisasi perbaikan dari instansi terkait.
Mereka mengancam akan memboikot Pilkada dengan cara tidak akan melakukan pencobloson, atau golongan putih (golput) dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Brebes.
Salah seorang warga Desa Baros, Kiyuh (39) mengatakan, protes keras dengan mengancam akan golput pada Pilkada Brebes itu, lantaran sudah tidak mentolerir kerusakan jalan yang terjadi di desanya yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Sudah lima tahun jalan desa kami tidak disentuh perbaikan sama sekali dari Pemerintah. Pihak desa sudah mencoba berkali-kali melakukan pengajuan perbaikan dan selalu saja mentok tak ada perhatian. Karena itu, kami bersama warga disini akan melakukan aksi golput pada Pilkada Brebes 15 Februari 2017 mendatang," tegas Kiyuh, Senin 23 Januari 2017.
Pihaknya bersama warga desa setempat sudah merindukan jalan desa yang bagus, tidak rusak parah seperti sekarang ini. Dimana, banyak kendala yang harus dialami akibat kerusakan jalan tersebut.
Menurutnya, selama kerusakan jalan di desa setempat, jika turun hujan sering kali menyebabkan kendaraan roda empat mobil mogok ditengah jalan akibat lumpur di kubangan jalan rusak.
Ironisnya, jalan yang rusak parah itu merupakan akses jalan utama warga setempat yang akan keluar dari desa setempat.
Sementara itu Camat Ketanggungan, Laode Aris membenarkan aksi protes warga Dukuh Gunung Karang akibat jalan rusak, dan meraka juga mengancam akan golput pada Pilkada 15 Februari 2017 mendatang.
"Kemarin saya sudah ke lokasi dan beraudiensi dengan warga, Kepala Desa, Danramil dan Muspika terkait hal itu," ucap Laode Aris.
Hasil audiensi dalam pertemuan itu, lanjut dia, pihak pemerintah desa setempat telah mengajukan bantuan perbaikan melalui BUMDes Provinsi.
"Proposal perbaikan jalan rusak di Dukuh Gunung Karang sudah sampai ke BUMDes Provinsi Jateng. Alhamdullilah mendapat respon baik dan akan diusulkan dalam waktu dekat ini untuk perbaikan," tuturnya.
Dia menambahkan, jika perbaikan melalui APBDes melalui Dana Desa dan sebagainya tidak akan cukup untuk perbaikan jalan desa tersebut. Disisi lain, penggunaan Dana Desa juga dilakukan pembangunan dengan skala prioritas yang dibutuhkan di desa tersebut.
"Kalau pakai APBDes perbaikan jalan Desa yang rusak ini tidak cukup untuk pembangunan lainya di Desa. Karena penggunaanya menurut skala prioritas pembangunan," terangnya.
Untuk itu, ia meminta warga desa setempat agar bersabar dan menunggu realisasi perbaikan jalan yang rusak parah di Dukuh Gunung Karang Kecamatan Ketanggungan.
"Pemerintah berupaya turun tangan merespon tuntutan masyarakat. Tapi memang harus bersabar dulu, karena pengajuan perbaikan ini butuh proses. Jadi masyarakat tenang, sudah ada solusi dan jalan itu segera dilakukan perbaikan," pungkasnya.