![]() |
|
|
PanturaNews (Samarinda) - Aksi solidaritas terhadap Masjid Al Aqsa digelar selama dua hari Sabtu - Minggu 15 - 16 Mei 2010 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Acara diprakarsai oleh Aqsa Working Group (AWG) dan Universitas Mulawarman (Unmul) di dua tempat secara bergantian, yakni Gedung Auditorium Unmul dengan kegiatan seminar dan Tabligh Akbar di Masjid Darun Ni'mah.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Mr Fariz Nave Mehdawi yang hadir dalam acara itu menyampaikan permohonan dukungannya kepada kaum Muslimin di Indonesia, untuk perjuangan pembebasan Masjid Al Aqsa dan kemerdekaan bangsa Palestina.
"Masalah Al Aqsa bukan sekedar bangunan masjidnya saja, tapi lebih dari itu adalah Al Aqsa sebagai pusat keimanan. Kalau sekedar bangunan masjid, mungkin kita bisa bangun masjid yang lebih bagus lagi di tempat lain," kata Mehdawi saat berbicara sebagai nara sumber seminar.
Pada seminar yang mengacu pada tema Aksi Nyata Mengembalikan Masjid Al Aqsa ke Pangkuan Muslimin itu, Mehdawi mengingatkan bahwa Masji Al Aqsa adalah kiblat pertama muslimin sebelum pindah ke Masjidil Haram. Juga sebagai tempat suci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang diperintah untuk dikunjungi oleh ummat Islam. "Nabi kita juga memerintahkan untuk mengunjungi ketiga masjid tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Zamrudin, nara sumber lainnya menuturkan, pentingnya ummat Islam untuk kembali pada ekonomi syariah untuk menopang pembebasan Masjid Al Aqsa. "Momentum kebangkitan ummat, salah satunya ditandai dengan bangkitnya ekonomi syariah," ucapnya.
Sedangkan KH Abu Hidayat Saeroji menuturkan, kunci pembebasan Al Aqsa adalah dengan mewujudkan kesatuan muslimin. Kesatuan tersebut dalam bentuk kekhilafahan yang mengikuti jejak kenabian. "Khilafah itu syareat Islam dan Al Aqsa hanya bisa dibebaskan oleh khilafah," tegasnya.
Pada acara seminar yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen serta umum itu, Rektor Universitas Mulawarman, Prof DR Arifin Bratawinata bertindak sebagai keynote speaker. Bersama dengan seminar Sabtu itu, diselingi juga dengan pameran foto kekejaman tentara Yahudi pada warga palestina.
Pada Tabligh Akbar yang digelar pada hari Minggu 16 Mei 2010 yang berlangsung di Masjid Darun Ni'mah Kota Samarinda, Mehdawi yang kembali menjadi pembicara utama, mengingatkan bahwa tanggung jawab pembebasan Al Aqsha ada dipundak muslimin. "Al Aqsa itu milik muslimin bukan milik bangsa Palestina saja, maka kunjungilah seperti yang diperintahkan oleh Nabi kita," ucapnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Abul Hidayat yang juga kembali jadi pembicara utama Tabligh Akbar di masjid yang letaknya di pinggir Sungai Mahakam yang terkenal itu. "Ketika kami satu rombongan berjumlah 45 ikhwan melakukan ziarah ke Al Aqsa, muslimin disana menyampaikan agar muslimin di Indonensia dan lainnya untuk datang ke Masjid Al Aqsa, sehingga dunia tahu bahwa Al Aqsa itu benar-benar diakui oleh muslimin bahwa itu miliknya bukan milik orang lain," jelasnya.
Tabligh Akbar dihadiri ratusan umat muslim di Kota Samarinda dan sekitarnya. Acara berlangsung lancar dan berakhir saat memasuki waktu Dhuhur. Usai solat dzuhur nampak peserta tabligh akbar secara bergantian bersalaman dan tidak sedikit pula yang foto bersama dengan Dubes Palestina, Mehdawi.
(Laporan langsung Wartawan PanturaNews dari Samarinda)