![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Luwunggede, Kecamatan Tanjung, membawa korban pengendara motor. Seorang petani tewas terlempar bersama motor Supra X125 warna hitam dengan nomor polisi E 4962 BJ yang dikendarainya, setelah tertabrak kereta api (KA) Fajar Utama Jurusan Yogyakarta-Jakarta, Senin 16 Januari 2017 siang.
Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga setempat dan sekitar. Hasil identifikasi petugas Polres Brebes melalui Polsek Tanjung, korban diketahui bernama Dastim (40), warga RT: 2, RW:5, Desa Karangjunti, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.
Menurut Kapolres Brebes melalui Kapolsek Tanjung AKP M. Yusuf, berdasarkan saksi mata, bahwa korban tertabrak kereta api dari arah timur menuju barat itu, lantaran tidak tahu akan datangnya kereta api Fajar Utama tersebut.
Pasalnya, pada saat kejadian, korban hanya melihat kereta api yang berpapasan dengan Fajar Utama dari arah berlawanan. Dimana dari arah barat menuju timur terdapat kereta api Dwi Pangga.
"Nah pada saat itu korban bersama sepeda motornya tertabrak kereta api Fajar Utama, yang melintas secara berpapasan dengan kereta api Dwi Pangga," terangnya.
Akibat insiden tersebut, lanjut dia, korban tewas, karena mengalami luka-luka sobek pada bagian kepala pelipis sebelah kanan 20 cm. Kenudian, luka dalam tulang tengkorak dan luka robek lengan kanan serta pendarahan hebat dibagian kepalanya.
"Sebelumnya korban sempat dilarikan ke Puskesmas desa setempat, pada saat masih kritis. Namun, akhirnya nyawa korban tidak tertolong," pungkasnya.