![]() |
|
|
PanturaNews (Klaten) - Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Suhardi beserta Perwira Korem 071/Wk dan jajaran, mengikuti jalan peleton beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya etape terakhir, dari lapangan Sosrobahu Klaten, menuju Dodiklatpur Rindam IV/Dip Klaten sejauh 6 Km, Senin 19 Desember 2016.
Peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya etape terakhir tersebut, juga diikuti Kasdam IV/Dip, Brigjen TNI Joni Suprianto beserta para perwira lain di seluruh jajaran Kodam IV/Dip, baik Korps Infanteri maupun Korps lainnya dalam kecabangan di TNI AD.
Peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya yang diselenggarakan Kodam IV/Dip setiap tahun ini, dalam rangka Peringatan Hari Juang Kartika dan Hari Infanteri, menempuh jarak ratusan kilometer dengan peserta secara bergantian dari satuan-satuan tempur maupun Banpur Kodam IV/Dip, menyusuri beberapa wilayah diawali titik start dari Kabupaten Jepara-Pati-Purwodadi-Sragen-Boyolali-Solo-Sukoharjo dan berakhir di Klaten, Finish di Dodiklatpur Rindam IV/Dip dari tanggal 16 hingga 19 Desember 2016.
Danrem 071/Wk, Kolonel Inf Suhardi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan agenda setiap tahun yang dilaksanakan Kodam IV/Dip dalam rangka peringatan Hari Juang Katika dan Hari Infanteri.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat juang prajurit dan soliditas prajurit dalam mendukung tugas pokok TNI AD,” terangnya.
Selain itu, lanjutnya, untuk menumbuhkan semangat jiwa korsa dan rasa bangga sebagai prajurit Korps Infanteri, sehingga dengan kegiatan seperti ini akan timbul soliditas dan solidaritas kebersamaan prajurit, senasib dan sepenanggungan sebagai prajurit Korps Infanteri dalam menumbuhkan jiwa korsa dalam rangka menyongsong tugas TNI AD yang semakin kompleks.
Sementara itu dalam Upacara Peringatan Hari Infanteri Tni Ke-68 Tahun 2016, bertindak selaku Irup Kasdam IV/Dip Brigjen TNI Joni Suprianto menyampaikan amanat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Mayjen TNI Surawahadi, S.IP, M.Si, bahwa keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai prajurit dan satuan Korps Infanteri hingga saat ini tidak terlepas dari kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat. Disamping itu juga merupakan hasil kerja keras para senior dan buah dari perjuangan serta pengorbanan para pendahulu dan sesepuh Korps Infanteri.
Lebih lanjut dikatakan Danrem, Prajurit Infanteri sebagai prajurit terdepan di medan pertempuran yang penuh kekerasan dan bahaya yang mengancam jiwanya. Untuk itu, prajurit Infanteri harus memiliki profesionalitas yang dapat diukur dari kemampuannya bergerak/bermanuver.
Selain itu juga harus memiliki kemahirannya dalam menembak, penguasaan dan kemahirannya dalam melaksanakan taktik dan tehnik pertempuran serta kemampuan bela dirinya.
"Prajurit Infanteri dihimbau untuk terus berdampingan bersama rakyat. Kebersamaan dengan rakyat menjadi bagian penting dan strategi dalam mendukung pencapaian tugas pokok TNI-AD. Bersama rakyat, satuan Infanteri harus dapat menggaungkan kembali semangat yang dikobarkan para pejuang di masa lalu, semangat Indonesia dan semangat untuk menegakkan jati diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat," tegas Danrem.
Dijelaskan, bahwa melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 28 Tahun 2006, selain diperingati sebagai Hari Infanteri di lingkungan TNI AD, tanggal 19 Desember juga merupakan peringatan Hari Bela Negara. Dengan tema Semangat Yuddha Wastu Pramuka, Prajurit Infanteri Bersama Rakyat Kuat, Hebat Dan Profesional Guna Meningkatkan Kemanunggalan Tni Rakyat Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD, seluruh prajurit di satuan Infanteri diharapkan untuk bisa menjadi satuan yang tangguh, profesional dan modern.
Peringatan Hari Infanteri dilaksanakan setiap tahun guna mengenang kembali peristiwa heroik perlawanan para pejuang menghadapi agresi militer Belanda II pada 19 Desember 1948 di Ambarawa. Pada saat itu, Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan perintah kilat kepada angkatan perang RI untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta.