![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, serta untuk memberikan rasa aman kepada umat yang merayakan, 500 personil Polres Tegal Kota dibantu instansi lain seperti Kodim, Lanal, Satpol PP, Dishub dan Brimob, siap mengamankan Kota Tegal, Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Kapolres Tegal Kota, AKBP Firman Darmansyah SIK saat Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di halaman Mapolres Tegal Kota, yang ditandai dengan pemasangan pita operasi.
Menurutnya, Operasi Lilin Candi 2016 yang dilaksanakan selama 10 hari mulai tanggal 24 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017, bertujuan untuk memberikan pelindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam merayakan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Dalam pelaksanaan nanti didukung unsur TNI, Sat Pol PP, Dishub, serta mitra kamtibmas lainnya dalam menyelenggarakan operasi kepolisian dengan mengedepankan giat pengamanan perayaan Natal.
Selain pengamanan di tempat ibadah, tempat-tempat obyek vital seperti stasiun, terminal, mall, tempat wisata dan perkantoran juga akan dijaga ketat dengan menempatkan beberapa personil keamanan.
“Untuk pengamanan Natal dan tahun baru ini, kami siapkan 500 personil dibantu TNI, Satpol PP, Dishub dan Brimob. Pengamanan bukan hanya di tempat ibadah namun juga tempat-tempat obyek vital seperti stasiun , terminal, obyek wisata dan perkantoran. Kami berharap Kota Tegal tetap kondusif seperti tahun-tahun sebelumnya,“ harap Kapolres.
Ditegaskan, selama perayan Natal dan tahun baru, masyarakat ataupun ormas dilarang melakukan sweeping dalam bentuk apapun, karena itu tidak dibenarkan. Biarkan umat yang sedang merayakan keagamaan merasa aman dan nyaman.
“Kami tegaskan, tidak ada masyarakat yang melakukan sweeping atau gangguan dalam bentuk apapun selama berlangsungnya Operasi Lilin Candi, akan kami bubarkan,” tegasnya.
Lebih lanjut kata Kapolres, selain melakukan pengamanan di luar, aparat tentunya akan bekerja sama dengan pengurus geraja dan petugas keamanan setempat (Satpam) untuk mengetahui siapa saja orang yang akan melakukan misa natal. Selain itu jemaat yang akan masuk gereja tidak diperbolehkan membawa tas besar, kecuali tas kecil untuk Al Kitab.
“Untuk mengantisipasi orang luar masuk gereja, tentunya pengurus atau petugas keamanan gereja dibantu aparat akan menjaga di pintu masuk gereja, karena mereka lah yang lebih tahu, jemaat atau bukan,” imbuhnya.
Selama Operasi Lilin Candi 2016, setiap tempat ibadah akan ditempatkan 4 personil, 2 dari Polri dan 2 dari intansi lain. Kecuali tempat ibadah yang mempunyai jemaat banyak, akan ditempatkan aparat yang lebih banyak pula. “Kami berharap semuanya aman, lancar dan terkendali,” harapnya.
Terkait arus lalu lintas yang dimungkinkan akan padat, Kapolres mengatakan akan melihat terlebih dahulu kondisi di lapangan. Jika terjadi kepadatan arus, Kota Tegal, punya beberapa jalur alternatif baik melalui Jalan Dr Sutomo maupun Jalingkut.
“Soal arus lintas kita lihat saja nanti, toh kita masih punya jalur alternatif Jalingkut dan Jalan Dr Sutomo. Selama masyarakat Kota Tegal mendukung, Insya Allah semunya aman dan lancar,” pungkasnya.