![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Jajaran Polres Brebes, Jawa Tengah (Jateng), mengawal sekaligus mengamankan adanya kegiatan solidaritas Aksi Bela Islam III yang berlangsung di wilayah hukumnya.
Hal itu terlihat saat puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Brebes, menggelar demonstrasi di depan Mapolres Brebes, Jumat 2 Desember 2016.
Aksi yang berjumlah sekitar 25 orang dari mahasiswa itu, awalnya berkumpul di Alun-alun Kota Brebes. Mereka kemudian bergerak menunju Maporles Brebes di Jalan Sudirman Brebes yang berjarak sekitar 1 kilometer dengan berjalan kaki.
Meski diguyur hujan, dalam aksinya itu, para pendemo sambil membentangkan spanduk tuntutan, juga menyerukan agar Ahok ditangkap, sebagai bentuk penegakkan supermasi hukum di Indonesia.
Tiba di depan Mapolres Brebes, para pendemo langsung menggelar orasi, sambil membentangkan poster dan spanduk tuntutan. Para pendemo itu kemudian ditemui Waka Polres Brebes Kompol Mashudi. Mereka juga melakukan dialog di lokasi aksi.
Koordinator Aksi MHI Brebes, Yoki mengatakan,aksi unjukrasa itu dilakukan atas intruksi Pimpinan HMI Pusat dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk meninjaklanjuti tuntutan terhadap penuntasan kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur DKI non aktif Basuki Cahya Purnama atau Ahok.
Apalagi, Ahok juga diduga telah melakukan fitnah terhadap peserta aksi pada 4 Desember lalu yang menyatakan peserta aksi dibayar Rp 500.000. Karena itu, HMI Brebes memandang perlu mengambil sikap untuk melakukan aksi damai bela Islam di daerah, sebagai tindaklanjut aksi damai sebelumnya. "Kami menuntut Ahok segera ditangkap," tuturnya.
Selain itu, dalam aksinya pihaknya juga meminta pempebasan terhadap Sekjen PB HMI dan kader HMI dari segala tuduhan sebagai dampak aksi bela Islam Nevember lalu. Dimana, setelah aksi itu para kader HMI dan Sekjen PB HMI ditangkap dan menjadi tersangka.
"Selain itu, kami juga menuntut adanya pelurusan paradigma masyarakat yang berasumsi jika aksi bela Islam ini sebagai upaya pemecah belah bangsa Bhineka Tunggal Ika, dan aksi damai ini dinilai merupakan isu sara," ucapnya.
Adapun dalam aksinya, para mahasiswa itu mendapat pengamanan cukup ketat dari aparat Polres Brebes. Bahkan, polisi yang mengamankan aksi itu juga rela ikut diguyur hujan.