Warga Komplain Aktivitas Proyek Panas Bumi
-Laporan Zaenal Muttaqin
Kamis, 01/12/2016, 03:21:43 WIB

Suasana saat dilakukan audiensi antara warga dengan perwakilan PT SAE terkait proyek geothermal panas bumi (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Warga dan ormas Pemuda Pancasila (PP) komplain dengan aktivitas proyek pemanfaatan panas bumi atau geothermal yang saat ini tengah berlangsung, di kawasan Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, aktivitas proyek tersebut telah berdampak pada kerusakan jalan dan air bersih yang selama ini dimanfaatkan oleh warga.

Hal itu mengemuka saat dilakukan audiensi antara warga dan Ormas PP dengan PT SAE selaku pelaksana proyek geothermal yang difasilitasi oleh Muspika Paguyangan, Kamis 01 Desember 2016 di aula kantor kecamatan setempat.

Mardiyanto yang menjadi moderator pada audiensi menuturkan, keluhan yang dirasakan oleh warga sejak adanya aktivitas proyek geothermal, infrastruktur jalan menjadi rusak akibat adanya mobilitas kendaraan proyek. Beberapa bangun rumah warga terutama di Dukuh Tretepan Desa Pandasari yang dekat jalan banyak mengalami retak-retak, diduga akibat getaran dari mobilitas kendaraan berat proyek.

"Jalan mengalami kerusakan padahal jalan tersebut merupakan akses utama bagi perekonomian dan pendidikan warga," katanya.

Selain itu, air bersih yang selama ini dikonsumsi warga dari sumber mata air Capiturang Pandasari menjadi keruh. Keruhnya air bersih ini telah terjadi sejak awal dimulainya kegiatan proyek setahun lalu dan warga pernah melakukan protes.

"Kenyataan hingga kini masalah air bersih yang keruh itu juga belum ada penyelesaian," ungkap Mardiyanto.

Kepala Desa Wanareja, Gigih Kuspriyanto yang wilayahnya masuk Kecamatan Sirampog yang juga ikut serta pada audiensi siang itu juga menyampaikan, warganya termasuk yang terkena dampak dari aktivitas proyek geothermal. Sumber air bersih yang sebelumnya dimanfaatkan warga menjadi keruh dan tidak layak konsumsi. Sehingga terpaksa warga harus mengganti sumber mata air yang letaknya lebih tinggi dan jauh.

"Warga terpaksa harus iuran untuk membeli pipa dan membangun jaringan air bersih, karena bantuan dari PT SAE juga tidak mencukupi," katanya.

Sementara itu, Ketua PAC PP Kecamtan Paguyangan, H Karman mendesak agar PT SAE segera melakukan tanggungjawabnya sebagai pelaksana proyek. Keluhan warga akibat dampak dari kegiatan proyek segera diselesaikan.

"Ini proyek nasional jangan sampai merugikan masyarakat, apalagi sampai berdampak buruk bagi lingkungan dan warga," katanya.

Karman menegaskan, PAC PP tidak ada kerja sama dengan pelaksana proyek, jika ada anggota PP yang ikut kerja merupakan aktivitas pribadi bukan wakil dari PP. Karenanya, diingatkan kepada warga dan masyarakat untuk tidak menilai negatif pada PP.

"Saya juga ingatkan orang PP yang bekerja jangan menggunakan atribut organisasi PP, sebab itu urusan pekerjaan secara pribadi bukan organisasi," tegas Karman.

Menanggapi adanya komplain dari warga dan Ormas PP tersebut, Ray Pedman yang mewakili PT SAE menyampaikan permohonan maaf jika aktivitas proyek yang sedang dilaksanakan berdampak pada masyarakat. Semua keluhan yang disampaikan oleh warga, tokoh masyarakat dan Ormas PP akan ditampung untuk disampaikan ke pimpinan PT SAE.

"Saya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan jawaban atas persoalan dari warga, karena nanti akan kami sampaikan ke pimpinan," katanya.

Ray yang juga sebagai Enginer di PT SAE pada proyek geothermal juga berjanji akan melakukan evaluasi kinerjanya agar lebih baik dan komunikatif dengan masyarakat.

Audiensi dihadiri oleh puluhan warga yang terdiri dari tokoh masyarakat Desa Pandasari, Desa Wanareja dan desa-desa lainnya dan sejumlah pengurus serta anggota PAC PP Paguyangan. Menyertai pula Kepala Desa Pandansari, Kamdo dan Kepal Desa Wanareja, Gigih Kuspriyanto.

Menyaksikan audiensi pula Camat Paguyangan, Ahmad Hermanto, Kapolsek Paguyangan, AKP Eko Purwanto dan Danramil Paguyangan, Kapten Inf Komari.