![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Untuk mencetak generasi muda yang memiliki wawasan pengetahuan, agar tidak tersesat dalam menjalankan hidupnya kelak, harus dibentengi dengan berpedoman pada Al-Qur’an. Sejak dini, anak harus diarahkan agar bisa menghafal Al-Qur’an.
“Banyak sekali manfaat menghafal Al Qur’an,” kata Ustadz Hadi Mulyanto, A.Ma., S.Pd.I.,M.Pd.I seusai peresmian berdirinya Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an di Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu kemarin.
Menurut Pengasuh Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an ini, bahwa gemar membaca Al Qur’an saja sudah di rindukan surga sebagaimana di Kitab Durrotun Nasihin. Surga merindukan empat golongan, salah satunya adalah orang yang gemar membaca Al Qur’an.
“Al Qur’an juga nantinya akan menjadi teman penolong bagi orang yang menghafalkannya. Sebagaimana di Kitab Tanqihul Qoul, Bacalah kamu semua terhadap Al-Qur’an, karena Al Qur’an akan menjadi syafaat (penolong) bagi yang membacanya,” tutur Ustadz Hadi Mulyanto.
Dijelaskan, Rumah Tahfidz adalah wadah untuk mencetak anak agar bisa memiliki hafalan Al-Qur’an. Rumah Tanfidz Sirrul Qur’an Desa Jatibarang Lor, berasal dari jaringan KH. Yusuf Mansur, Jakarta diresmikan oleh KH. Ahmad Sobari, M.Pd dari PPPA Darul Qur’an Perwakilan Tegal. Pada kesempatan itu, sekaligus memberikan Sertifikat Pendirian Rumah Tahfidz. Awal pendirian sudah terdaftar 50 Santriwan dan Santriwati.
Berdirinya Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an ini, lanjut Ustadz Hadi Mulyanto, agar anak-anak remaja bisa menyibukan diri terhadap Hafalan Al Qur’an, sehingga mereka tidak membuang-buang waktu untuk bermain Facebook, game, WA, IG, YM, Twitter, Pokemon.
“Kami mengkhawatirkan para remaja dan anak-anak salah pergaulan, karena begitu dahsyatnya pengaruh teknologi dan arus informasi media social,” urai Alumnus Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan Tegal yang yang juga Dosen Agama Islam di Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal.
Sementara dalam sambutannya, KH.Ahmad Sobari menyampaikan bahwa syarat mendirikan Rumah Tahfidz ada tiga, pertama ada santri, kedua ada tempat/rumah dan ketiga ada Al Qur’an. Adapun usia santri minimal 5 tahun dan maksimal 85 tahun. Dikatakan, agenda kedepan PPPA Darul Qur’an Perwakilan Tegal pada 29 Januari 2017 ada Cirebon Menghafal. Surat yang diujikan adalah QS.Al Baqoroh ayat 1-50 dan Juz 30. Bulan Februari 2017 ada Tegal Menghafal, dan Maret ada Indonesia Menghafal.
“Jumlah santri yang ada di naungan PPPA Darul Qur’an Perwakilan Tegal yang membawahi Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes berjumlah 1.300 santri,” terang Kyai Sobari.