![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pedagang Pasar Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluhkan atap pasar yang selalu bocor saat turun hujan, sehingga pedagang tidak bisa berlama-lama berjualan karena harus mengemasi barang dagangannya agar tidak terkena air.
Keluhan itu terungkap saat Calon Bupati dan Wakil Bupati Brebes Nomor Urut 1, DR. H. Suswono dan Ahmad Mustaqin (Aim) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra, menyambangi para pedagang di Pasar Ketanggungan, Sabtu 19 Nopember 2016 siang.
“Saya berharap kondisi tumpahan air hujan dari atap ini segera diperbaiki, karena sangat mengganggun aktivitas dagang kami. Apalagi saat hujan datang di pagi hari, kami tidak bisa berdagang sama sekali. Kondisi ini sudah sering saya sampaikan ke pengelola pasar tapi belum mendapat perhatian,” ujar salah satu pedagang, Atun kepada Suswono.
Mendapat keluhan itu, mantan Menteri Pertanian ini berjanji, ketika dia terpilih menjadi bupati, perbaikan pasar akan menjadi salah satu program yang diprioritaskan. “Kondisi tumpahan air hujan yang menyebabkan genangan air di dalam pasar, memang sudah bukan tempatnya, sehingga perbaikan pasar akan menjadi salah satu program prioritas saat saya saat menjadi bupati nanti,” ujarnya.
Suswono yang didampingi Ahmad Mustaqin yang akrab disapa Aim, pada kesempatan blusukan ke pasar tersebut, juga memborong jajanan pasar yang kemudian dibagikan lagi kepada orang-orang yang ada di pasar.
Setelah blusukan di Pasar Ketanggungan, Suswono-Aim menyambangi warga Desa Karangbandung, Kecamatan Ketanggungan. Saat berdialog dengan warga, Suswono menguraikan arti pentingnya pendidikan.
Saat memimpin Kabupaten Brebes nanti, Suswono akan menjadikan pendidikan berkualitas untuk seluruh masyarakat Brebes sebagai prioritas dalam program kerjanya mendatang.
“Dengan pendidikan yang berkualitas, saya yakin bisa memutus mata rantai kemiskinan yang ada,” tuturnya saat berdialog dengan warga Karangbandung yang sebagian dihadiri oleh ibu-ibu.
Dijelaskan Suswono, jika anak-anak bisa bersekolah tinggi maka kondisi masa depannya akan lebih baik, bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
“Saya berpesan kepada ibu-ibu untuk semangat menyekolahkan anaknya, karena nanti program saya ketika menjadi bupati akan menggratiskan pendidikan sampai tingkat SMP. Anak-anak jangan sampai putus sekolah,” ujarnya.