![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Seperti juga di daerah lain di seluruh Indonesia, Pilkada Serentak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang akan digelar pada 15 Februari 2017, sudah mulai memanas. Memasuki masa kampanye, masing-masing pasangan calon memulai dengan ‘blusukan’ ke pasar dan kampung-kampung.
Kampanye blusukan dipandang efektif untuk merebut hati rakyat sebagai upaya mendulang suara. Kedua pasangan calon (Paslon) yang akan bersaing di Pilkada Brebes 2017, adalah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Brebes Nomor Urut 1, DR. H. Suswono dan Ahmad Mustaqin (Aim) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Brebes Nomor Urut 2, Hj Idza Priyanti SE dan Narjo SH yang diusung gabungan 7 parpol.
“Kedua pasangan calon ini, Suswono-Aim dan Idza-Narjo sangat gencar melakukan blusukan. Tapi pada saat ini, sebelum kampanye terbuka, kita hanya bisa meraba-raba dari kabar atau dari media social (medsos). Dari yang saya amati, keduanya bersaing ketat melakukan penetrasi secara langsung, atau timnya,” kata Ketua Bidang Teknologi Terapan DPP Gerindra, Abdul Hakam Nagib kepada PanturaNews, Minggu 20 Nopember 2016.
Menurut Hakam, Idza sering turun blusukan. Sementara Paslon Suswono-Aim, dua-duanya sangat rajin turun ke masyarakat. Sedangkan gerakan yang dilakukan Tim Kampanye Suswono-Aim, sangat terstruktur dengan door to door-nya.
“Strategi kampanye door to door yang dilakukan Tim Kampanye Suswono-Aim , sangat terstruktur. Cara ini mungkin sudah menjadi ciri khas kader-kader PKS,” ujar ketua DPP Gerindra ini.
Lebih lanjut dikatakan Hakam, untuk menunjang gerakan Tim Suswono-Aim yang dimotori PKS dan Gerindra ini, diterjunkan sedikitnya 2000 kader yang terlatih untuk direct selling atau door to door. Ini adalah cara-cara menarik simpati masyarakat yang santun.
"Tim kampanye Suswono-Aim yang diterjunkan, sangat terlatih ketuk pintu, silaturahim dan menjelaskan program, serta visi-misi Suswono-Aim untuk membangun Kabupaten Brebes yang Makmur, Adil, Jujur, Unggul (Maju) dan Bermartabat," tutur Hakam.
Selain itu, DPC Partai Gerindra se Kabupaten Brebes menggerakkan semua kader di tingkat Ranting yang jumlahnya sekitar 10.900, ditambah 26.500 relawan pemenangan pasangan Suswono-Aim, untuk bahu membahu bersama Tim kampanye dari PKS. Mereka sudah bergerak cepat dan mendapat respon positif dari masyarakat.
“Dari pergerakan yang mereka lakukan penuh dengan semangat. Itu karena para kader PKS dan Gerindra ini, menganggap apa yang mereka perjuangkan itu sebagai tugas partai. Dan semangat itu terbentuk menjadi Koalisi Rakyat Brebes, sehingga dari survey internal, strategi kampanye yang dilakukan itu menunjukan 12 persen lebih unggul dari pasangan rivalnya,” ungkap Hakam.
Sementara, lanjut Hakam, apabila diamati di medsos dalam hal ini Facebook yang paling banyak penggunanya di Brebes, para simpatisan atau para pendukung Suswono-Aim lebih sering menulis status masalah program, menulis masalah kemiskinan, rusaknya jalan atau infrastruktur dan lainnya. Aim dalam arahannya kepada timnya, untuk selalu kampanye positif, mengedepankan data dan fakta.
Secara terpisah, Ahmad Mustaqin yang lebih dikenal dengan sapaan Aim mengatakan, pihaknya selalu menyarankan kepada timnya, dalam berkampanye atau menerangkan kepada masyarakat harus dengan data dan fakta. Timnya diingatkan untuk tidak menyebar fitnah dan kebencian.
“Kalau masalah kemiskinan dan IPM itu, kita paling buncit di Jawa Tengah, itu memang fakta dan angka kematian ibu melahirkan cukup tinggi itu juga ada datanya. Kalau mau angkat kasus jalan rusak, ya sertakan foto nya, jadi supaya masyakarakat diajarkan dengan data," tegasnya.
Cawabup ini selalu mengutip kata-kata Pak Prabowo. Kata dia, kalau mengkritik ya itu biasa, konstruktif tidak asal beda. “Kalau memang baik ya kita akan katakan baik, tetapi kalau ada kekurangan ya kita kritisi dengan data dan fakta," begitulah menurut Aim.