![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Mencari pemimpin jangan seperti memilih kucing dalam karung. Setidaknya, jika pemimpin itu adalah orang asli daerah, tentu saja pemimpin itu tidak akan mengkhianati tanah kelahiranya. Pemimpin seperti ini, akan menjadi pengabdi di negerinya sendiri.
Hal itu dikatakan DR. Yusqon saat membuka diskusi Calon Pengabdi Negeri Sendiri (CPNS) di TBM Sakila Kerti Jalan Kaligung, Kelurahan Panggung, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 29 Oktober 2016 sore.
Diskusi CPNS menghadirkan Letnan Kolonel CPL (Purn) Ir. H. Akhmad Mulyadi M.Sc, dan dihadiri para aktivis, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar. Acara dipandu dan dimoderatori, Nuryanto Aji serta dimeriahkan pembacaan puisi.
“Diskusi dimaksudkan sebagai pembelajaran public pada personal yang punya keinginan menjadi kepala daerah. Dan H. Akhmad Mulyadi dalam proses menuju ke tahapan Pilkada Kota Tegal. Saat ini dia mulai masuk pada proses tahapan pengenalan atau taaruf kepada masyarakat,” ujar Yusqon yang juga petinggi TBM Sakila Kerti.
Dijelaskan Yusqon, personal yang menyiapkan untuk menjadi pemimpin Kota Tegal harus memiliki input, yakni identitas yang jelas, dan punya kecakapan leadership. Lalu pada proses, personal itu melakukan kunjungan ke lembaga-lembaga pendidikan, LSM, Ormas dan lainnya untuk saling tukar ide dan gagasan.
“Proses itu, kami lihat sedang dilakukan oleh H. Akhmad Mulyadi, sehingga kami mengundang untuk diskusi. H. Akhmad Mulyadi sudah menunjukkan keseriusan dengan ide gagasan dan program, serta menyiapkan visi-misi,” ujarnya.
Sedangkan out putnya, lanjut Yusqon, bakal calon mendaftar dan lolos di KPU, merupakan pilihan ideal masyarakat yang sudah jelas jejak trade recordnya. Sementara out produktifnya, estelah bakal calon itu menjadi pemenang Pilkada yang ditetapkan KPU.
“Jadi pemenang Pilkada itu dalam menjalankan pemerintahan, akan menjadikan daerah atau wilayahnya jadi lebih baik dan bersinergi, berkesinambungan dengan harapan masyarakan yang Baldotun Toyyibatun Warofun Ghofur,” urai DR. Yusqon.
Dari uraian DR. Yusqon itu, Moderator acara yaitu Nuryanto Aji menggaris bawahi bahwa H. Akhmad Mulyadi memiliki keseriusan menuju proses dan tahapan untuk menjadi pemimpin Kota Tegal. Sebagai personal yang sukses di dunia kemiliteran yang mencintai bangsa dan Negara, dia akan mampu memimpin Kota Tegal dengan baik.
“Pak Mulyadi ini rela meninggalkan pekerjaan di luar negeri dengan gaji besar, kembali ke Indonesia dengan gaji sepersepuluhnya, dan siap kembali ke Kota Tegal untuk mencurahkan pengabdianya kepada daerah asalnya,” ujar Nuryanto Aji.
Ditengah acara, peserta diskusi disuguhi pembacaan puisi oleh siswa SMK, Fatimah. Disampaikan dia, puisi yang ditulis spontan itu adalah ungkapan seorang remaja yang menginginkan demokrasi, dan berharap datangnya pemimpin yang amanah.
Terungkap dalam puisi yang ditulis Fatimah, dia menginginkan jujur dan memenuhi janji dan amanah. Bukan pemimpin yang datang ke rakyat saat mencari dukungan saja. Bukan peminpin yang mementingkan dirinya sendiri, dan pemimpin yang korupsi seperti tikus.
Lalu puisi tulisan tangan itu diserahkan kepada H. Akhmad Mulyadi dan diterima dengan ucapan ikhlas. Puisi itu akan dijadikan pengingat dan pesan dari masyarakat. Puisi itu mewakili kemauan dan aspirasi dari masyarakat bawah, yang mengharapkan memiliki pemimpin amanah dan memikirkan kesejahteraan rakyatnya.
“Memang, kemauan rakyat harus utamakan, bukan kemauan kita yang didahulukan. Karena sehebat-hebatnya seorang pemimpin, kalau tidak didukung rakyat, maka pemimpin itu tidak ada apa-apanya. Isya Allah saya akan amanah, dan saya tidak mau menjadi tikus,” tegasnya.
Bagi H. Akhmad Mulyadi, membangun Kota Tegal merupakan amanah yang harus dijalankan. Jadi jika memang niatnya mengabdi kotanya terlaksana, maka dia akan mengaplikasikan kemauan warga Kota Tegal. Niat yang didorong untuk memajukan Kota Tegal, membawanya untuk maju pada Pilkada Kota Tegal tahun 2018 mendatang.
Diketahui, H. Akhmad Mulyadi yang asli Kota Tegal ini menjabat sebagai Manager Hrd & Ga PT. Zug Industri Indonesia EPC Power Plant sejak Desember 2014 sampai sekarang. Lulusan Universitas Gadjah Mada Jurusan Teknik Kimia, selama di TNI menjabat Pengawas Sistem Pemeliharaan Depo Senjata November, 89 - Jun'95.
Pengawas Pemeliharaan Depo Quality Control TQC Jun'95 - Mar'98, Pengawas Pemeliharaan Depo R & D Pergeseran Mar'98 - Mar'99, Comandant District Ordnance Maintenance Mar'99 - Dec'04, Kepala Bagian Kerjasama Internasional di Departemen Pertahanan Kerjasama Dec'04- 13 Agustus, Manajemen Trainer Pendidikan & Pelatihan Pusat 13 Agustus-14 Desember.
Sedangkan pengalaman lainnya, H Akhmad Mulyadi juga sebagai Trainer: Spesialis Senjata Pendidikan Ordnance dan Pusat Pelatihan yang mungkin termasuk pemeliharaan, layanan, perbaikan, modifikasi dan inovasi of Arms kecil, senjata menengah dan peluru kendali.
Pelatihan Manajemen bagi Pejabat terutama dalam Pengadaan, Analisis Manajemen Teknis, Analisis logis, Material Merusak (kimia, bom dan lainnya), WMD, Laporan Konsultan, Manajemen SDM, Skripsi atasan dan lainnya. Juga sebagai Dosen STT Ahmad Yani Bandung, dan STIE YAI.