![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sejumlah massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa mengkritisi dua tahun kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Selasa 25 Oktober 2016.
Unjuk rasa yang digelar di jalan Diponegoro tepatnya di pertigaan Pasar Wage Kecamatan Bumiayu itu sempat mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas di jalur kota tersebut.
Sejumlah massa yang berasal dari mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) itu nampak membentangkan beberapa spanduk yang diantaranya bertuliskan 'Menagih Janji Jokowi-JK', 'Buktikan Hukum yang Pasti' dan Nawa Cita PHP (Pemberi Harapan Palsu)'.
"Rakyat ingin bukti bukan hanya janji saat kampaye saja," kata Koordinator lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa, Baqi Maulana Rizqi saat berorasi.
Menurutnya, Nawa Cita yang diprogramkan dan dijanjikan Jokowi-JK selama dua tahun pemerintahannya berjalan, belum terwujud. Waktu dua tahun sudah cukup lama, tapi belum terealisasi Nawa Cita tersebut.
"Kami sebagai mahasiswa juga ikut mengkritisi janji-janji itu seperti Nawa Cita yang belum terwujud," ujar Baqi.
Dikatakan, aksi unjuk rasa yang digelar pada sore hari sekitar satu jam mulai pukul 15.00 WIB itu diantaranya untuk menagih pada Jokowi terkait program-program yang telah dijanjikan. Banyak pula persoalan hukum yang belum dapam diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi-JK.
"Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, sampai saat ini belum selesai itu salah satunya," kata Baqi.
Pengunjuk rasa juga menyoroti masalah penegakan hukum dan menolak praktik penegakan hukum yang tebang pilih dan penggunaan hukum sebagai alat kekuasaan. Menuntut segera diselesaikannya kasus-kasus hukum yang besar yang selama ini dianggap jalan di tempat.
"Mahasiswa juga mendesak agar pengelolaan pemerintahan berbasis god govermen dan clean goverment. Serta menolak segala bentuk intervensi asing terhadap kedaulatan politik Indonesia," tegas Baqi.
Peserta unjuk rasa di sela-sela menyampaikan aspirasinya juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan juga lagu-lagu perjuangan. Aksi unjuk rasa yang berjalan tertib itu mendapatpengawalan dari petugas Polsek Bumiayu dan Polsek di wilayah selatan, nampak pula beberapa personil yang didatangkan dari Polres Brebes.