![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki di dekat kandang ayam milik salah seorang warga Desa Tarub, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis 20 Oktober 2016 lalu, menjadi perhatian Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota/Kabupaten Tegal dan Kabupaten Bebes), DR. Hj Dewi Aryani, M.Si.
Atas perhatian sekaligus keprihatinanya, Hj Dewi Aryani sengaja datang melihat bayi yang baru dilahirkan itu di Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal. Sejak ditemukan oleh warga, bayi malang yang diduga hasil hubungan gelap (hugel) itu, dirawat di Puskesmas Tarub.
“Saya sengaja mengunjungi Puskesmas untuk melihat kondisi bayi yang masih dalam perawatan dokter di Puskesmas Tarub. Kondisinya bagus, namun memerlukan donor air susu ibu (ASI), karena usia bayi yang baru beberapa hari sangat memerlukan air susu ibu,” tutur Hj Dewi Aryani usai dialog dengan petugas Puskesmas, Sabtu 22 Oktober 2016 siang.
Karena itu, Hj Dewi Aryani menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk bias mendonorkan ASI. Saat ini, melihat usia bayi, tentu sangat membutuhkan ASI. “Bagi ibu-ibu yang bersedia mendonorkan air susu ibu, secepatnya menghubungi Puskesmas Tarub,” harapnya.
Selain itu, Hj Dewi Aryani juga menghubungi Kapolres Tegal, minta agar pelaku pembuangan bayi segera diketahui, sehingga status pengasuhan bayi juga segera bisa di proses.
“Kasus ini harus menjadi perhatian serius Pemkab Tegal, supaya secara intensif digalakkan sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan sex bebas. Hal itu untuk menghindari kasus seperti ini tidak sering terjadi ke depannya,” ujar Hj Dewi Aryani.
Seperti diberitakan, warga Desa Tarub, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki, Kamis 20 Oktober 2016 lalu. Saat ditemukan, bayi malang tersebut tergeletak di di dekat kandang ayam terbungkus kain dan kerudung lengkap dengan plasentanya.
Diduga bayi malang tersebut merupakan hasil hubungan gelap (hugel). Sehingga untuk menutupi aib itu, bayi yang baru dilahirkan pun dibuang sesaat setelah dilahirkan. Oleh polisi, bayi yang masih lengkap dengan ari-arinya itu kemudian dibawa ke Puskesmas Tarub untuk mendapatkan perawatan.