Polisi Amankan Kerusuhan Massa di Pilkada Brebes
-Laporan Takwo Heriyanto
Kamis, 20/10/2016, 08:06:00 WIB

Nampak polisi bersaha menahan tindakan anarkis massa pada simulasi pengamanan pilkada (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes)-Polda Jawa Tengah dan Polres Brebes, gelar simulasi pengamanan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Brebes yang akan digelar pada 15 Februari 2017 mendatang. Pelaksanaan simulasi dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan.

Kegiatan simulasi yang berlangsung di halaman Stadion Karangbirahi Brebes, Kamis 20 Oktober 2016 ini, menggambarkan massa yang diasumsikan sebagai penyulut kerusuhan berkumpul mendatangi Kantor KPU Brebes, dan mendengarkan orasi yang selanjutnya diajak bernegosiasi.

Namun, lantaran tidak mendapat kata sepakat, massa mulai adu dorong dengan petugas yang telah berjaga di kantor KPU. Tim negosiator dari personel Polwan Polres Brebes, berusaha meredam emosi massa namun gagal. Dalam situasi yang menegangkan tersebut akhirnya berujung ricuh.

Massa mulai berbuat rusuh dengan melempari aparat. Bentrok pun tidak terhindarkan. Hingga akhirnya massa disemprot air dari kendaraan “water canon” dan gas air mata,  serta pasukan anti huru hara Polres Brebes dibantu pasukan BKO berhasil memukul mundur para demonstran.

Kapolres Brebes, AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kasat Sabhara, AKP Guritno menjelaskan, simulasi Pilkada rusuh dengan Polda Jateng kali ini, merupakan bagian dari operasi pengamanan Pilkada Brebes dengan sandi Operasi Mantap Praja 2017.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi dan melatih kepada personil supaya paham terhadap tugasnya serta mengecek kondisi sarana dan prasarana dalam rangka persiapan pengaman rangkaian Pemilukada Kabupaten Brebes Pebruari 2017 mendatang, ” terangnya.

Menurutnya, dalam latihan simulasi ini hampir seluruh satuan di Polres Brebes diturunkan. Ditambah BKO dari Polres Pemalang, Tegal Kota dan Tegal kabupaten (Slawi). Dalam latihan ini juga diterjunkan pasukan anjing pelacak dari unit Satwa K9 Polres Tegal Kota.

Namun, sebelum melakukan simulasi ini para peserta terlebih dahulu dilatih kemampuan penanggulangan kontijensi dan anarkis dengan mendatangkan instruktur dari Dit Sabhara Polda Jateng.

"Kegiatan pelatihan ini digelar selama dua hari sejak Rabu kemarin," pungkasnya.