![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pembangunan fly over atau jalan layang di jalan nasional ruas Tegal - Purwokerto, tepatnya di atas perlintasan Kereta Api (KA) Kretek Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diminta tidak merugikan dan mengganggu aktivitas perekonomian warga.
"Pada dasarnya kami warga setuju ada pembangunan Fly Over, tetapi warga minta tidak ingin dirugikan atau mengganggu aktivitas perekonomian warga baik saat pembangunan maupun setelahnya," kata Hery, perwakilan warga usai sosialisasai rencana pembangunan Fly Over di Balai Desa Taraban, Selasa 18 Oktober 2016.
Warga meminta agar mobilitas ekonomi, pendidikan dan juga lalu lintas tidak terganggu selama pembangunan dan setelahnya. Warga tidak ingin setelah selesainya pembangunan juga berdampak sepinya pasar akibat sulitnya akses jalan atau lainnya.
"Intinya warga tidak ingin dirugikan, baik dampak ekonomi maupun ganti rugi terhadap lahan yang nantinya harus dibebaskan," ujar Hery.
Menanggapi permintaan warga tersebut, Asisten Barang Milik Negara (BMN) Satker Bina Marga Wil I Provinsi Jawa Tengah, Chumaidi menegaskan, bahwa pembangunan fly over direncenakan sedemikian rupa dan tidak akan mengganggu aktivitas aktivitas perekonomian warga.
"Sesuai ketentuan, proyek atau pembangunan tidak boleh menutup jalan atau menghambat aktivitas serta mobilitas warga," katanya.
Menurutnya, fly over merupakan program dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di jalur perlintasan pintu KA Kretek, terutama saat menjelang Lebaran. Selain di Kretek fly over juga akan dibangun di Dermoleng Kecamatan Ketanggungan, dan Kosambi serta Klonengan Prupuk yang keduanya ada di wilayah Kabupaten Tegal.
"Semuanya ada empat fly over yang akan dibangun di wilayah Brebes dan Tegal, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas," ungkap Chumaidi.
Ditambahkan, pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada warga yang menyambut baik rencana pembanguanan fly over. Pertemuan dengan warga di Balai Desa Taraban bertujuan iventarisasi dan identifikasi. Selanjutnya akan disosialisasikan lebih detail lagi setelah dilakukan pengukuran.
Lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan fly over diantara milik warga seluas 6494 meter persegi (M2), lahan KAI seluas 1443 M2, lahan Sekolah Dasar 1156 M2, kantor Balai Desa Taraban 223 M2, SMK Muhammadiyah seluas 280 M2, dan lahan sebuah perusahaan seluas 236 M2.
Hadir pada sosialiasi tersebut, 76 warga Desa Kretek yang terdampak fly over, Camat Paguyangan, Ahmad Hermanto dan juga perwakilan dari Pemerintahan Kabupaten Brebes.