MAN 2 Brebes Unjuk Kreativitas di Bulan Bahasa
-Laporan Zaenal Muttaqin
Senin, 17/10/2016, 05:22:01 WIB

Siswi MAN 2 Brebes sedang berakting menunjukkan kreasi teatrikalnya pada acara Bulan bahasa dan satra (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Bulan Bahasa dan Sastra menjadi ajang kreativitas bagi sisw-siswi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Brebes yang ada di Laren Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Berbagai kreativitas ditampilkan oleh siswa-siswi pada acara yang dihelat di halaman sekolah tersebut, Senin 17 Oktober 2016.

Beberapa kreasi seni ditampilkan oleh siswa dari seluruh kelas, mulai dari puisi hingga aksi teatrikal. Uniknya aksi teatrikal banyak mengusung cerita-cerita menarik yang saat ini sedang banyak dibicarakan, seperti Kanjeng Taat Pribadi, Kebiadan Israel terhadap Palestina hingga problem sosial masyarakat.

Kepala MAN 2 Brebes, Hj Nurhayati MPd mengatakan, Bulan Bahasa dan Seni digelar dengan maksud untuk menjadi ajang kreativitas siswa. Kegiatannya murni kreativitas dari siswa dan tanpa ada campur tangan langsung dari para guru dan waki kelas.

"Sepenuhnya diserahkan pada siswa untuk berkreasi dan hasilnya cukup membanggakan," katanya.

Tiap kelas yang jumlah 22 kelas mampu menunjukkan kemampuannya berkreasi. Kreasi-kreasi siswa juga cukup menggelitik dan relevan dengan siatuasi yang saat ini terjadi, bahkan tidak sedikit yang mampu membuat kritik sosial.

"Ternyata siswa itu mampu untuk berkreasi dan kreasinya juga punya kualitas," kata Nurhayati.

Tidak sedikit kreasi yang diluar dugaan para guru, selain menggelitik karena lucu juga tidak sedikit yang menyentuh perasaan. Kreasi siswa benar-benar mampu menggampabarkan dari pelajaran yang mereka serap dari pelajaran di sekolah.

"Siswa sepertinya mampu menyerap pelajaran sekolah, sehingga lebih selain kreatif juga nampak ada kemampuan dalam memperhalus akhlak dan budi pekertinya untuk membentuk karakter," terang Nurhayati.

Kreativitas siswa semuanya dinilai oleh tim juri yang didatangkan dari luar sekolah. Langkah itu dilakukan agar penilaian obyektif dan mampu memberi penghargaan pada siswa.

Bulan Bahasa dan Sastar yang mengusung tema 'Merajut Karya dalam Harmoni Bahasa' digelar sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Tahun Baru Islam tau Muharoman. Untuk Muharoman, sekolah telah memberikan santunan untuk anak-anak yatim di lingkungan sekitar sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial para siswa.

"Pada Muharoman kami juga memberikan santunan bagi anak-anak yati di lingkungan sekolah," pungkas Nurhayati.