![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Puluhan ibu rumah tangga warga Jalan Layang, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, melaporkan Rodiah (32) warga Jalan Piere Tenden, Kelurahan Tegalsari ke Polsek Tegal Barat, Selasa 11 Oktober 2016.
Pasalnya, para ibu-ibu ini merasa tertipu hingga puluhan juta rupiah, dengan modus arisan yang ternyata bodong (fiktif). Tidak hanya arian uang, ibu-ibu itu juga ditawari arian beras yang akan dicairkan setiap Idul Fitri.
Menurut pengakuan Sri Rahayu (29), warga Jalan Layang, pada bulan Mei 2016 ia didatangi oleh Rodiah yang menawarkan akan menjual arisan dengan potongan sebesar Rp 3 juta.
Tergiur dengan potongan yang cukup besar yakni Rp 3 juta, Sri Rahayu berusaha mencari uang meski harus pinjam uang di bank. Namun setelah waktu yang ditentukan, ternyata Rodiah ingkar janji, bahkan yang lebih menyakitkan lagi ternyata arisan tersebut tidak ada alias bodong.
“Saya tertipu dua kali, pertama pada bulan Mei saya setor Rp 11 juta yang dijanjikan dua bulan kemudian mendapat Rp 14 juta, kedua bulan Juni saya setor Rp 12 juta yang dijanjikan akan mendapat arisan sebesar Rp 15 juta, tapi setelah ditunggu-tunggu ternyata arisannya fiktif,” kata Sri Rahayu.
Sri Rahayu mengungkapkan, bukan hanya dirinya yang menjadi korban penipuan arisan bodong, namun masih banyak lagi korban-korban lainnya dengan kerugian yang berbeda-beda.
“Ada yang sudah setor Rp 7 juta, Rp 2,5 juta, Rp 5 juta bahkan ada juga yang puluhan juta,” ungkapanya.
Selain itu, Rodiah juga juga menawarkan arisan beras, yang akan dicairkan pada hari raya idul fitri, namun lagi-lagi ternyata juga bodong.
“Intinya kami lapor ke Polsek Tegal Barat bersama-ibu-ibu yang lain, untuk minta pertanggung jawabkan Rodiah yang pernah dijanjikan. Karena uang yang saya setor itu dapat hutang dari bank, dan harus setor bunganya tiap bulan,” pungkasnya.
Kapolsek Tegal Barat, Kompol Arianto Salkery SH,MH melaui Panit Resintel, IPTU H Supangat membenarkan adanya laporan dugaan penipuan dengan modus arisan bodong.
“Tadi ada beberpa ibu-ibu melaporkan dugaan penipuan dengan modus arisan fiktif. Karena baru laporan masih dalam penyelidikan, selanjutnya kami akan panggil pihak terlapor,” kata IPTU H Supangat singkat.