Diduga Aktivis Catut Nama Wartawan di DPC PPP
JOHA-Laporan Johari
Kamis, 22/09/2016, 08:16:26 WIB

Ketua Majelis Pakar DPC PPP Kota Tegal, H Munir didampingi Wakil Ketua Fatchudin Anas saat klarifikasi (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Sejumlah wartawan baik media cetak, TV maupun online Kota Tegal, Jawa Tengah, mendatangi Kantor DPC PPP di Jalan Kenanga, Kota Tegal, Kamis 22 September 2016. Kedatangan awak media itu untuk klarifikasi terkait dugaan aktivis yang mengintimidasi pengurus PPP, dengan mencatut nama salah satu wartawan.

Ketua Majelis Pakar DPC PPP Kota Tegal, H Munir mengatakan, pada Rabu 21 September 2016 sekitar pukul 11.00 WIB, datang tiga orang, dua orang berbadan gemuk dan satu lagi berambut putih berkacamata. Mereka datang dengan nada tinggi, tidak sopan bahkan cenderung marah-marah. Mereka menanyakan soal kader PPP yang terbelit kasus dugaan perzinahan, namun hingga kini belum dicopot (PAW).

“Saya tanya anda darimana kok orang luar tanya-tanya urusan rumah tangga kami, dijawab dari masyarakat. Saya tanya lagi masyarakat yang mana, kemudian saya suruh mengisi buku tamu. Yang jelas saya tidak kenal satu persatu, namun yang menulis buku tamu yang berambut putih,” kata Munir didampingi Fatchudin Anas, Wakil Ketua DPC PPP Kota Tegal.

Setelah dipersilahkan duduk, menurut Munir, ketiga orang tersebut minta penjelasan dari dirinya terhadap Sup yang saat ini terbelit kasus dugaan perzinahan namun belum juga di PAW. Mereka juga mempertanyakan alasan partai berlambang Ka'bah yang notabene berazazkan Islam, namaun tak kunjung memberikan sanksi tegas.

"Saya kemudian balik mempertanyakan kapasitas anda menanyakan hal tersebut apa. Wong partai Islam aja berzinah apalagi partai lain, hanya saja belum ketahuan," terangnya.

Sementara Udin AMUK menjelaskan, memang tiga orang aktivis datang ke Kantor DPC PPP yakni Miko, Koenariman dan Wiweko Widodo atau Wiwit. Yang menulis di buku tamu adalah Wiwit, namun saat akan menulis nama Miko, saudara Miko tidak mau ditulis nama Miko dengan alasan dia adalah kader partai, apalagi sedang ada kepentingan di partainya. Selanjutnya Miko minta ditulis nama Johari, pasalnya nama lengkap Miko adalah Johari Romiko.

“Saya tanya kenapa tidak pakai nama Miko saja, katanya nama depan saya juga Johari. Johari Romiko, alamat Panggung, kalau tidak percaya nanti saya kirim KTP via WA. Sebenarnya ini hanya mis komunikasi saja dan bisa diambil hikmahnya,” terang Udin AMUK.