149 Taruna Politeknik KTJ Kota Tegal Diwisuda
JOHA-Laporan Johari
Sabtu, 03/09/2016, 11:50:36 WIB

Para taruna Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal saar diwisuda di Aula Puspita PKTJ Tegal (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Sebanyak 149 taruna Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, diwisuda di Aula Puspita PKTJ Tegal, oleh Kepala Badan  Pengembangan Sumberdaya Manusia Perhubungan Dr Wahju Satrio Utomo SH MSi didampingi Direktur PKTJ Tegal Yudi Karyanto ATD MSc, Sabtu 03 September 2016. Dihadiri Forkompinda dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tegal, Drs Johardi MM.

Dari 149 taruna yang diwisud meliputi tiga program studi (Prodi) diantaranya Diploma IV (D IV) Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan (MKTJ) sebanayk 64 taruna, D IV Teknik Keselamatan Otomotif (TKO) 26 taruna dan D III Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) 59 taruna. Sedangkan orasi ilmiah oleh Dr Elly Andriani Sinaga MSc pejabat Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).  

Kepala Badan  Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) Perhubungan, Dr Wahju Satrio Utomo SH MSi dalam sambutannya mengatakan, wisudawan yang telah  berhasil menyelasaikan pendidikannya diharapkan memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa di bidang transportasi.

SDM yang memiliki di bidang transportasi merupakan hal yang tidak apat ditawar lagi. Karena transportasi merupakan sector jasa yang dalam pengoperasianya dapat diukur daan diperhitungkan kualitas, biaya dan ketepatan waktunya. Serta sangat sensitive terhadap penilaian kritik dan pengguna jasa.

Untuk itulah penyediaan SDM perhubungan mutlak diperlukan melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas, inovatif, berdaya saing tinggi serta memiliki teknologi tinggi agar dapat menghasilkan lulusan yang prima, professional dan beretika untuk menyumbangkan dharma baktinya demi kepentingan nasional.

“Wisuda ini mencetak 149 SDM perhubungan yang memiliki kompetensi dan kapabilitas di bidang MKTJ, TKO dan PKB, yang diharapkan mampu menyelenggarakan transportasi yang handal serta berorientasi Zero Accident,” kata Wahju Satrio Utomo.

Diungkapkan, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian, cidera dan cacat di seluruh dunia.  Setiap tahun hampir 1,3 juta jiwa meninggal, 20-50 juta luka. Sedangkan 90 persen kematian akibat lalulintas itu terjadi di negera berpendapatan rendah dan menengah yang justru memiliki kurang dari setengah kendaraan di dunia.

“Kecelakaan malah banyak terjadi di Negara berkembang, yang berpendapatan rendah dan menengah,” ungkapnya.

Menurutnya, kerugian  ekonomi, sosial dan  kesehatan akibat kecelakaan lalulintas jalan tidak terelakan lagi. Namun riset mengkonfirmasi bahwa sesungguhnya kecelakaan lulintas dapat dicegah.  Indonesia telah mendeklarasikan rencana umum nasional keselamatan jalan 2011-2035 , yang disusun berdasarkan amanat pasal 203 UU Nomor 22/2009, sebagai wujud tanggungjawab pemerintah dalam menjamin keselamatan lalulintas jalan dengan visi, “Keselamatan jalan terbaik di Asia Tenggara melalui koordinasi”.

Sedangkan tergat jangka panjang harus mampu menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas sebesar 80 persen pada tahun 2035.

Wahju berpesan agar agar wisudawan yang baru saja dilantik untuk tidak berpuas diri terhadap keberhasilan yang saat ini dicapai. Namun agar terus mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan di bidangnya serta memupuk sikap profesioanal.

Direktur PKTJ Tegal, Yudi Karyanto ATD MSc, berpesan agar wisudawan yang baru saja dilantik selalu menjunjung tinggi nama almamater, memupuk persatuan dan jiwa berkorban sesama insan perhubungan. Menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik sesama alumni untuk memperkuat silaturahmi dan nasionalisme di manapun berada.