![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan yang akan diberikan kepada bakal calon bupati yang akan diusung dalam perhelatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Brebes bulan Pebruari 2017 mendatang, hingga kini belum turun.
Padahal sesuai jadwal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes, sudah akan mulai membuka pendaftaran bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk partai politik (parpol) pengusung, pada 21-23 September 2016 mendatang.
Sementara, calon bupati incumbent, Hj. Idza Priyanti SE yang digadang-gadang bakal mengantongi surat sakti dari DPP PDI Perjuangan itu, dikabarkan telah mendaftarkan diri ke DPC PKB Brebes. Bahkan, dikabarkan pula yang bersangkutan (Idza Priyanti-Red), beberapa waktu lalu diundang ke DPP PKB untuk mengikuti uji kelayakan tes propertes.
Disisi lain, beberapa waktu lalu, DPC PPP Brebes sendiri merupakan salah satu parpol pertama yang terang-terangan, dan secara resmi sudah menyatakan dukungannya ke Idza Priyanti yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Brebes.
Begitu juga dengan DPD Partai Golkar Brebes, yang dikabarkan telah memberikan surat rekomendasi dukungan terhadap calon bupati incumbent tersebut.
Menyikapi hal itu, Idza Priyanti enggan berkomentar atas adanya kabar tersebut. Namun, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Cahrudin akhirnya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
“Kalau rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan, memang belum turun,” ujar Cahrudin usai rapat pripurna DPRD Brebes di gedung DPRD setempat, Senin 22 Agustus 2016.
Kemudian, kata Cahrudin, terkait adanya kandidat yang apabila sudah mendaftarkan diri di DPC PDI Perjuangan, lalu mendaftarkan diri lagi, baik itu ke PKB ataupun Golkar, menurutnya itu sah-sah saja.
“Nah kalau Bu Idza Priyanti itu, saya klarifikasi langsung, dia tidak mendaftarkan diri ke PKB ataupun Partai Golkar,” terang salah satu tim penjaringan dan pemenangan pemilu DPC PDI Perjuangan Brebes ini.
Menurutnya, Idza Priyanti diundang ke DPP PKB itu, sifatnya memang hanya sebatas memenuhi undangan saja. “Saya tegaskan, Bu Idza itu hanya memenuhi undangan dari DPP PKB saja. Mungkin tujuannya itu, untuk menggalang kekuatan atau koalisi dengan PDIP,” jelasnya.
Akan tetapi, lanjut Cahrudin, apabila kabar hal itu memang benar adanya, maka ada tindakan indisipliner dan tindak lanjut dari PDI Perjuangan, karena dianggap tidak setia kepada partai.
Ketua DPC PKB Kabupaten Brebes, Zubad Fahillatah mengatakan, tidak mungkin mendapat undangan dari DPP partainya untuk mengikuti uji kelayakan tes propertes, kalau Idza Priyanti sebelumnya tidak mendaftarkan diri lewat DPW PKB Jawa Tengah.
“Logikanya kan seperti itu. Dan memang untuk Desk Pilkada Brebes di jajaran DPC PKB Brebes, tidak mendapatkan surat edaran atau tembusan terkait hal itu. Itu memang kewenangan dari DPP PKB. Termasuk, apabila ada kandidat yang akan diusung PKB untuk mendaftarkan diri di KPU, juga kewenangan penuh DPP,” ucapnya.
“Tapi, kalau memang DPP PDI Perjuangan sendiri, nantinya tidak memberikan rekomendasi kepada Idza Priyanti, kami dari DPC PKB Brebes siap nampani (menerima-red). Bukan hanya Idza Priyanti-nya saja, bila perlu utuh segelondong, kami siap nampani,” imbuhnya.
Sementara Ketua DPD Partai Golkar Brebes, Teguh Wahid Turmudi enggan untuk memberikan penjelasan lebih jauh atas kabar dukungan partainya terhadap Idza Priyanti. "Kita tunggu tanggal mainnya saja," katanya singkat.