HUT RI, Seniman Jalanan Kembali Jelajahi Kota
-Laporan Takwo Heriyanto
Minggu, 21/08/2016, 12:37:18 WIB

Seniman jalanan dari berbagai kota foto bersama saat jelajah kota di Jawa Timur (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Ketua Milisi Brebes Bermural (MBB), Gus Bill, kembali menjelajahi Kota/Kabupaten di daerah Jawa Timur, seperti Pasuruan, Blitar, Banyuwangi, dan Situbondo serta Sukoharjo, Jawa Tengah.

Seperti biasa, bersama dengan pegiat seniman jalanan lainnya, Gus Bill, membuat karya seninya, berupa mural dan grafiti yang memiliki pesan-pesan moral didalam goresan karyanya yang dibuat di dinding-dinding jalanan tersebut.

Kegiatan tersebut berlangsung selama lima (5) hari, karena menempuh perjalanan dari satu kota kekota lainnya secara estafet tanpa jeda. Begitu tiba dilokasipun para seniman jalanan tersebut langsung melakukan eksekusi karyanya masing-masing secara otomatis tanpa dikomando lagi.

Mereka terdiri dari street artist luar kota dari Jakarta, seperti Echo morden, Bondrat, dan Stmy420. Kemudian, dari Depok Jawa Barat, seperti Arru dan Eksumoreys27. Dari Tangerang, seperti Nide17 dan Chamo.

Selain itu, dari Karawang, seperti Novitrisna17, Solo, seperti Lovelecha dan dari Sukoharjo Seperti Forteslick. Termasuk Gus Bill sendiri dari Brebes, yang juga selaku penggagas kegiatan tersebut.

Menariknya kegiatan itu dilakukan, pada saat bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia, para street artist di Kota Blitar, juga sekaligus berziarah ke makam Bung Karno, Presiden RI pertama.

Sambutan dan jamuan para komunitas dan masyarakat Kota/Kabupaten yang disinggahi cukup antusias. Mereka merasa hangat karena dapat berbagi pengalaman dan bercerita tentang perkembangan street art di daerah masing-masing.

Gus Bill mengatakan, tujuan di agendakannya kegiatan street art plesiran itu, untuk meneguhkan diri dalam berkarya menciptakan mural ataupun graffiti yang lebih berkarakter.

Selain itu, juga untuk menyampaikan pesan moral dari makna sebenarnya bahwa karya jalanan mural graffiti bisa menjadi alat komunikasi langsung keruang publik yang dapat dipahami oleh semua lapisan masyarakat umum.

 "Adapun tema yang diusung adalah dari persoalan hidup, ekonomi, sosial dan politik. Utamanya adalah tidak mengusung tema yang mengandung SARA dan pornografi," ujar Gus Bill, Sabtu 20 Agustus 2016.

Dia menjelaskan, karya para street artist plesiran, selain mencontohkan keseriusan dalam berkarya dijalanan walaupun bermedia tembok kumuh dan kusam, namun dapat mengantisipasi kegiatan vandalisme yang tidak memiliki nilai seni malah mengotori wajah kota tentunya.

"Kami memulai dari diri sendiri dengan berkarya secara serius dan maksimal walau media yang dipakai adalah tembok jalanan. Karena bagi kami kepuasan berkarya dan tujuan utama dari tema karya yang diusung menjadi semacam senjata kami dalam menyampaikan pesan ke masyarakat umum," terangnya.