![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Dalam perputaran niaga di bidang bawang merah, masih ditemukan beberapa rantai perdagangan. Yakni adanya kelompok orang yang memainkan harga bawang, sehingga petani merasa dirugikan.
Demikian dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggar Tiasto Lukito saat melakukan kunjungan kerja bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman beserta rombongan, di Lapak bawang Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 12 Agustus 2016.
"Bawang merah merupakan komiditi spekulasi. Hari ini rugi nemen, nanti sugih nemen. Sama saja dengan judi, beda tipis. Sebelas dua belas lah," ujar Enggar Tiasto Lukito,
Sebelumnya, Menteri Perdagangan dan Pertanian beserta rombongan melakukan panen raya bawang merah di Desa Glonggong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Turut mendampingi Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE dan sejumlah pejabat terkait Pemkab Brebes.
Menteri Perdagangan dan Pertanian mengatakan, pemerintah akan berpihak kepada petani. Untuk itu sesuai perintah Presiden kepada petani untuk meningkatkan produksi bawang merah agar hasil dapat sesuai yang diharapkan.
"Masalah harga bawang pemerintah akan membantu petani bawang merah supaya harga bawang merah paling rendah di harga Rp 15 ribu dan paling tinggi akan ditetapkan pemerintah agar petani tidak dirugikan," ungkapnya.
Menurutnya, dalam perputaran niaga di bidang bawang merah masih ditemukan beberapa rantai perdagangan. Yakni adanya beberapa kelompok orang yang memainkan harga bawang sehingga petani merasa dirugikan.
"Kelompok-kelompok orang ini yang mendapatkan untung besar. Sebagai contoh harga bawang dari petani Rp 15 ribu/Kg. Namun, setelah sampai di Pasar Induk Jakarta, harga bisa berubah menjadi Rp 39 ribu/Kg. Hal-hal seperti ini yang akan kita telusuri dan ditertibkan, agar harga bawang merah tidak bisa dimainkan oleh sekelompok orang," tegasnya.
Usai kunjungan kerja ke Lapak Bawang Desa Luwungragi, dilanjutkan Rapat Koordinasi (Rakor) Menteri Pertanian RI dengan para Kepala Dinas Pertanian se Karesidenan Pekalongan, membahas Upsus penyerapan gabah di ruang Paripurna DPRD Brebes.
Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman menyampaikan, kedaulatan pangan target baru mulai tanggal 1 Oktober bulan depan. Untuk itu, serapan gabah harus maksimal sebagai pertumbuhan ekonomi.
"Terima kasih kepada para Dandim dan Babinsa yang turut serta melaksanakan program kedaulatan program serap gabah di wilayahnya dengan baik. Target kita hindari paceklik di tiga bulan kedepan, yakni bulan Oktober sampai Desember," paparnya.