![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj. Idza Priyanti SE kembali mendapatkan penghargaan di bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Kali ini mendapatkan penghargaan Bakti Koperasi dan UKM, karena dipandang memiliki kepedulian dan perhatian yang besar terhadap perkembangan koperasi dan UKM di daerahnya.
Penghargaan akan diberikan oleh Presiden Joko Widodo pada Bupati Brebes saat puncak peringatan ke-69 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tingkat nasional di halaman Kantor Gubernur Jambi.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada Kepala Dinas Koperasi danUKM Brebes, Sutejo, SE dan Ketua Koperasi Kospin Jasa Pekalongan.
“Penghargaan ini merupakan karya dari masyarakat Brebes yang ingin memajukan perekonomiannya secara bergotong royong,” ucap Idza ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu 20 Juli 2016.
Untuk itu bupati sangat berterima kasih kepada masyarakat Brebes, terutama insan Koperasi dan pelaku UKM yang telah gigih membangun perekonomian yang berbasis masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat karena telah mendukung penuh terhadap pemberdayaan koperasi dan UKM di Brebes,” ujar Idza.
Perhatian Bupati terhadap keberadaan koperasi di Brebes antara lain dengan pembinaan yang intensif sehingga Koperasi di Brebes bisa tumbuh, maju, dan berkembang. “Saya berharap koperasi di Brebes bisa menjadi percontohan di Indonesia,” harapnya.
Kepedulian Bupati di Bidang Koperasi dan UKM antara lain dengan memberikan penghargaan signifikan dan besar untuk kegiatan koperasi dan UKM serta kebijakan lainnya terkait peningkatan kegiatan koperasi dan UKM.
Terbukti, pengangguran untuk pemberdayaan koperasi dan UMKM selalu meningkat. Tahun 2012 mengalokasikan dana APBD sebesar Rp. 1,025 milyar, tahun 2013 sebesar Rp. 1,3 milyar, tahun 2014 sebesar 1,5 milyar, dan tahun 2015 meningkat menjadi Rp. 2,12 milyar. “Tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp. 2,5 milyar” papar Idza.
Menurut Idza, sebagai badan usaha milik rakyat, koperasi telah menjadi soko guru perekonomian Indonesia. Untuk itu, keberadaannya harus dikembangkan demi mencapai kesejahteraan masyarakat. Termasuk di kabupaten Brebes, Koperasi di daerahnya makin berkibar sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di kabupaten brebes.
Bupati bertekad akan memajukan Koperasi baik yang ada di pedesaan maupun perkotaan. Karena dengan berkoperasi, kerja gotong royong menjadi ruh utama dalam lembaga koperasi sehingga membawa kemakmuran bersama.
“Dengan mendapatkan sentuhan bersama, koperasi di Brebes semakin berkibar,” kata Bupati.
Idza menekankan, reformasi koperasi untuk mewujudkan ekonomi berdikari harus dilakukan. Termasuk dengan mendirikan koperasi disetiap pasar tradisional, di perkantoran, di perkumpulan kemasyarakatan dan berbagai organisasi kemasyarakatan.
Pembentukan koperasi pasar, dikandung maksud agar permodalan para pedagang pasar makin membaik dan tidak terhisap oleh lintah darat. “Semua pasar di Brebes, harus punya koperasi agar permodalan para pedagang bisa membaik,” ujarnya.
Dari perhatian yang telah diberikan Bupati kepada koperasi, menjadikan pemerintah pusat maupun provinsi memberikan penghargaan. Untuk tingkat provinsi, antara lain juara 1 koperasi berprestasi tingkat provinsi Jateng untuk Koperasi Kakanda Brebes (2012).
Pin Perak keberpihakan bupati brebes terhadap pemberdayaan koperasi dan UMKM di Jateng (2012 dan 2013), Pin Emas keberpihakan Bupati terhadap pemberdayaan koperasi dan UMKM di Jateng (2014).
Untuk tingkat nasional, mendapatkan penghargaan kab. Penggerak koperasi kategori Paramadhana Madya Koperasi dari Presiden tahun 2012. Koperasi berprestasi tingkat nasional jenis produsen untuk Primkopti Brebes (2015), koperasi berprestasi tingkat nasional jenis konsumen untuk KPRi kakanda brebes (2015), kabupaten penggerak koperasi kategori Paramadhana Utama Nugraha Koperasi dari Presiden Jokowi (2015).
“Tahun 2016 ini kita bisa meraih penghargaan Bakti koperasi untuk Bupati dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM,” tandasnya.
Untuk UMKM di Brebes ada 103.366 buah, sedang yang sudah dibina oleh Dinas Koperasi dan UKM Brebes lebih dari 30 ribu UKM. Kedepan, lanjutnya, ada penguatan kelembagaan, inovasi dan kreativitas untuk peningkatan kualitas, packing, pemasaran dan IT, dan pelatihan juga. Prasarana juga dilengkapi, termasuk sinergi SKPD lain, provinsi dan kementrian.
Pengucuran KUR telah disalurkan untuk 27 ribu UKM senilai 400 milyar dari berbagai perbankan. Termasuk Kredit Usaha Produktif (KUP) telah mendorong peningkatan UKM.
“Sinergi yang dibangun telah meningkatkan kesejahteraan pelaku UKM dan masyarakat Brebes pada umumnya” papar Idza.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Brebes, Sutejo, S.E menjelaskan data terakhir, di Brebes sudah terbentuk 396 koperasi primer, koperasi konsumen maupun koperasi lainnya. Dari 396 koperasi tersebut yang aktif sebanyak 322 buah, atau 81,31 %.
Hanya 74 koperasi saja yang tidak aktif dan kini telah dilakukan pembenahan. Jumlah anggota koperasi sebanyak 66.766 orang dengan SHU mencapai 7 milyar. Sedangkan omset koperasi sebesar Rp.712 milyardan asetnya mencapai Rp.498 milyar.
“Diluar tersebut masih ada 37 koperasi cabang yang mayoritas bergerak dibidang simpan pinjam” pungkasnya