![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Memasuki tahun ajaran baru 2016/2017, siswa-siswi baik yang duduk baru menduduki Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, kini mulai mengikuti masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di masing-masing sekolah.
Seperti halnya, siswa-siswi yang baru menduduki kelas X di SMA Negeri 2 Brebes. Di sekolah unggulan ini, ada sebanyak 508 anak tengah mengikuti masa PLS yang dibimping oleh para gurunya, termasuk oleh Kepala Sekolah (Kepsek).
Dari pantuan PanturaNews.Com, nampak Kepsek SMA N 2 Brebes langsung memberikan materi pembelajaran pada masa PLS kepada anak-anak didiknya, sebelum dimulainya materi-materi pelajaran kurikulum 13.
Mereka (siswa-siswi-red) yang tengah mengikuti masa PLS ini, diberi materi terkait wawasan kebangsaan. Bahkan, mereka juga dikenalkan dengan materi -materi pembelajaran dengan berbasis Ilmu Teknologi (IT) dan multimedia.
"Kebetulan sekolah kami memang ada sarana dan prasarananya, sehingga materi pembelajaran pada masa PLS ini, kami terapkan kepada mereka," ujar Kepsek SMA N 2 Brebes, Sadimin, Selasa 19 Juli 2016.
Pada masa PLS ini, kata Sadimin, anak-anak didiknya juga berpindah-pindah kelas dengan tujuan supaya tidak mengalami kejenuhan. "Kami juga kenalkan kepada mereka hutan edukasi, taman-taman dan green school yang ada di linghkungan sekolah ini," tutur sadimin.
Menurutnya, masa PLS pada tahun ajaran baru saat ini, ada perbedaan mendasar dibandingkan pada tahun ajaran sebelumnya yang pengenalan sekolahnya dengan metode Masa Oriantasi Sekolah MOS), terutama dengan atribut-atributnya dipakai para siswa-siswi.
"Itu bagi saya primitif ya, karena materi pembelaran lingkungan sekolahnya tidak ada kepentingannya bagi siswa sendiri. Seperti para siswa diwajibkan memakai tas kresek, atau topi yang menggunakan dari bola kemudian dibelah menjadi dua, lalu diberi tali rafiah untuk dipakai sebagai topi," ungkap Sadimin.
Saat ini, lanjut Sadimin, di sekolahnya, anak-anak didiknya pada masa PLS memakai jas almamater dan dasi. Dimana metode masa PLS-nya juga mengikuti sesuai aturan Permendikbud Nomor 8 tahun 2016.
"Sebenarnya pada tahun ajaran kemarin, kami juga sudah menerapkannya. Kalau pakai jas almamater kan, penampilan kelihatan ekslusif dan berwibawa. Ini supaya mereka bisa menatap masa depannya dengan baik.
Ini loh saya bisa menjadi bos atau ini loh saya bisa menjadi menejer. Yang jelas dalam berpakai kami atur supaya bisa menatap masa depannya dengan baik. Gak tahu, di sekolah lain masih ada yang menerapkan pembelajaran masa PLS yang primitif atau tidak," pungkasnya.