DPRD Beri Tiga Solusi Atasi Kemacetan di Brebes
-Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 13/07/2016, 07:43:51 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Kasus kemacetan panjang yang terjadi di beberapa titik Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, salah satunya di jalan tol Brebes Timur atau yang disebut Brexit, hingga kini masih menjadi sorotan nasional, bahkan internasional.

Bagaimana tidak, ada sekitar belasan orang yang meninggal dunia selama arus mudik lebaran kemarin. Tak ingin kasus kemacetan panjang itu terulang kembali saat arus mudik lebaran mendatang, DPRD Kabupaten Brebes juga angkat bicara.

Menurut Sekretaris Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Brebes, Heri Fitriansyah, sebagai wakil rakyat tentu saja pihaknya ikut merasa prihatin atas kasus kemacetan panjang di wilayahnya.

"Kami sebenarnya ikut merasa prihatin atas kasus kemacetan panjang di beberapa titik Kabupaten Brebes. Apalagi yang katanya sampai menyebabkan belasan orang meninggal dunia. Tapi, kita tidak bisa terus larut dalam kasus kemacetan saat arus mudik lebaran di Brebes kemarin," ujar Heri Fitiriansyah, Rabu 13 Juli 2016.

Politisi muda dari Partai Demokrat ini menjelaskan, ada tiga solusi guna mengatasi masalah kasus kemacetan panjang di wilayahnya agar tidak terjadi saat arus mudik lebaran mendatang.

Diantaranya, kata Heri, pertama dibangun kembali proyek jalan lingkar utara (jalingkut) Brebes-Kota Tegal yang dibiarkan mangkrak bertahun-tahun ini.

"Kami yakin dengan dibangunya kembali proyek jalingkut Brebes-Kota Tegal yang dibiarkan mangkrak bertahun-tahun ini, akan sangat membantu dalam mengurai kemacetan. Baik di jalur pantura kota maupun desa," terang Heri.

Untuk itu, pihaknya bersama pimpinan lembaganya akan segera konsultasi secara langsung kepada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk meminta langkah atau upaya apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengatasai kasus kemacetan dibeberapa titik Kabupaten Brebes.

Apalagi beberapa waktu lalu, mereka juga telah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Brebes dengan didampingi Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti terkait kasus kemacetan di beberapa titik Kabupaten Brebes.

"Kalau misal dari Pemerintah Pusat meminta daerah untuk persiapan soal pembebasan lahan jalingkut, jelas sudah selesai dan tidak ada masalah apapun. Tapi, kalau soal anggaran jelas itu kewenangan dari Pemerintah Pusat. Tidak mungkin kalau daerah disuruh mengurusi anggaran, sementara jalingkut merupakan jalan nasional," terang Heri.

Solusi yang kedua, lanjut Heri, adalah dibuatnya jalur tengah di wilayah Kabupaten Brebes. Seperti mulai dari Desa Kamal Kecamatan Larangan yang menghubungkan Desa Sindangwangi Kecamatan Bantarkawung.

"Ini juga untuk bisa mengurai kemacetan parah yang sering terjadi dari Desa Prupug Kabupaten Tegal menuju Bumiayu, Kabupaten Brebes, saat musim arus mudik lebaran. Memang, APBD murni 2016, Pemkab Brebes telah mengaggarkannya, tapi kan pelaksanaanya baru sekitar 10 persen," jelas Heri.

Dengan demikian, lanjut Heri, perlu dilakukan percepatan pembangunan jalur poros tengah sepanjang 12 KM tersebut. Disisi lain juga pada APBD Perubahan 2016 dianggarkan sekitar 12 Milyar.

"Kalau memang anggaran sekitar Rp 12 Milyar ini bisa dilakukan lelang dengan tidak ada hambatan, mungkin jalur poros tengah ini bisa lanjutkan kembali. Kalaupun tidak memungkinkan waktunya, ya dilaksanakan pada 2017 mendatang," tutur Heri.

Di jalur poros tengah itu, imbuh Heri, nantinya ada titik temu yang menghubungkan ke arah Desa Jemasih Kecamatan Ketanggungan. Selanjutnya, solusi yang ketiga adalah Pemerintah Pusat perlu membangun jembatan/fly over dari pertigaan tol Brebes Timur.

"Ini karena sudah menghubungkan dua jantung kota, yakni antara Kabupaten Brebes dan Kota Tegal. Dimana jalur itu juga merupakan jalur pantura nasional yang kami nilai jalurnya sempit," ungkap Heri.

Ketiga solusi untuk mengatasi kemacetan pada saat arus mudik lebaran ini, sambung Heri, sudah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk bisa direalisasikan. Mengingat, untuk kepentingan masyarakat umum.

"Termasuk kalau memang Pemerintah Pusat melalului Kementrian PUPR bisa membangun underpass sekitar rel kereta api yang ada di wilayah Kecamatan Paguyangan. Itu sangat mendukung sekali untuk bisa mengurai kasus kemacetan panjang saat musim arus mudik lebaran," papar Heri.