![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Untuk mendongkrak pendapatan daerah, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, secara bertahap mulai membenahi beberapa obyek wisata andalan yang dinilai sangat berpotensi menarik perhatian banyak pengunjung.
Bahkan, dari beberapa obyek wisata andalan Kabupaten Brebes, seperti Waduk Malahayu, kini sudah mulai menunjukan keindahan wisatanya dibanding sebelumnya. Itu menyusul adanya pihak swasta atau pihak ketiga yang mau bekerjasama dengan PSDA untuk mengembangkannya.
"Sebenarnya kerjasama ini sudah empat atau lima bulan lalu, dengan pihak swasta. Kalau Anda berkunjung ke Waduk Malahayu sekarang, jelas sudah ada perbedaan dengan sebelumnya," ujar Kepala Disbudpora Kabupaten Brebes, Amin Budi Raharjo," Selasa 12 Juli 2016.
Menurut Amin, saat ini obyek wisata Malahayu yang terletak di Kecamatan Banjarharjo sudah terdapat beberapa wahana permaianan yang banyak disukai pengunjung, salah satunya adalah becak air. Selain itu, ada juga kolam pemancingan yang sudah dikembangkan oleh pihak swasta.
"Alhamdulillah jumlah pengunjung selama lebaran ini, juga cukup banyak," kata Amin.
Wisata lain di Kabupaten Brebes yang berpotensi siap dikembangkan lagi, lanjut Amin, yakni keindahan alam Agrowisata Kaligua, Kecamatan Paguyangan. Dimana, akan dibuat paket wisata sebagai oleh-oleh untuk para wisatawan yang berkunjung.
"Misalnya, disana kan terkenal dengan pusatnya teh kaligua. Karena belum ada proses pembuatan teh menjadi teh, sehingga dari pihak pengelola menghendakinya supaya bisa dijadikan oleh-oleh paket wisata.
Termasuk nanti juga dibarengi dengan paket wisata dalam bentuk pamflet misalnya yang berisi tentang salah satu sejarah keindahan alam yang ada di Kaligua, yaitu Goa Jepang dan lain sebagainya.
Saat ini masih sedang digodok dan kami tinggal menunggu realisasi dari pihak pengelolalanya. Kami sifatnya hanya sebagai pemfasilator atau membantu pengembangan saja. Sedangkan untuk pengelolaanya disana yang mengerjakan," terang Amin.
Obyek wisata lainnya,yang sedang daslam tahap pengembangan, imbuh Amin, adalah Mangrove Sari, di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. Meskipun, belum ada kewajiban untuk menyetorkan pendapatannya, namun obyek wisata pesisir utara ini sudah menunjukan nuansa keindahan alam yang cukup banyak dilirik para pngunjung.
"Selain ada keindahan wisata hutan mangrove dan pulau pasir, yang nanti akan dibuat payung-payung berwarna. Nanti akan dikembangkan mangrove sari, yaitu seperti tracking yang sudah dibantu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan sekitar 100 meter. Disana nantinya akan dibuat lagi sepanjang hampir satu kilo meter," ucapnya.
Selanjutnya, sambung Amin, juga akan dibuat gardu padang dengan ketinggian sekitar 3 meter. Fungsinya adalah supaya para pengunjung bisa melihat keindahan alam berupa keanekaragaman hewani dan nabati.
Amin menambahkan, wisata lainnya yang cukup berpotensi untuk membantu mengoptimalkan ekonomi masyarakat setempat dan sekitar, yang akan dikembangkan sejatinya masih cukup banyak.
"Misalnya, seperti keindahan alam gunung leo. Disana para pemuda desanya menjadikan tempat wisata sendiri. Begitu juga dengan wisata curug yang ada di Kabupaten Brebes bagian selatan. Disana ternyata juga cukup banyak pengunjungnya. Kami nanti juga akan melakukan promosi wisata, seperti promosi ke sekolah-sekolah juga pemasangan banner di jalan yang dianggap layak untuk dipromosikan," ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya hanya berharap kepada masyarakat maupun pengelola wisata untuk bisa saling menjaga dan menata dengan baik keindahan wisata alam yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes.