![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sudah dua pekan lebih, Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, mengaku kehabisan blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).
Padahal minat masyarakat untuk membuat KTP Elektronik yang ada di 17 Kecamatan Kabupaten Brebes cukup tinggi. Hal itu diketahui saat Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasca libur lebaran di Disdukcapil Pemkab setempat, Senin 11 Juli 2016.
Menurutnya, meski blanko E-KTP sudah habis, masyarakat khususnya pemohon tidak perlu khawatir. Sebab, sebagai gantinya dibuatkan surat keterangan bahwa yang bersangkutan sudah melakukan perekaman atau perpanjangan.
"Ini memang dari Pemerintah Pusat sudah habis, sehinga pemohon E-KTP sebagai gantinya dibuatkan surat keterangan bahwa yang bersangkutan sudah melakukan perekaman atau perpanjangan," tuturnya.
Kepala Disdukcapil Pemkab Brebes, Drs. H. Asmuni menerangkan, berdasarkan informasi dari Pemerintah Pusat melalui Kemendagri, keberadaan blangko E-KTP diprediksi baru tersedia pada Agustus 2016 mendatang.
"Kemungkinan keberadaan blangko E-KTP diprediksi baru tersedia pada Agustus 2016 mendatang," ucapnya.
Sementara, Hasanudin (19), salah seorang warga Desa Losari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes yang sedang membuat E-KTP mengatakan, dirinya sangat membutuhkan E-KTP untuk kepentingan melamar pekerjaan. Tapi, jenis E-KTP belum bisa dibuatkan, karena blankonya habis. Ia hanya menerima surat keterangan kalau dirinya sudah melakukan perekaman E-KTP.
“Saya sangat berharap bisa secepatnya mendapatkan E-KTP. Takut kalau surat keterangan sementara tidak bisa dipakai untuk melamar pekerjaan. Kata petugasnya sih bisa dipakai, karena bukan saya saja yang memakainya. Mudah-mudahan tidak menghambat,” harapnya.
Usai dari ke Disdukcapil, selanjutnya Bupati sidak ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Brebes yang lokasinya kebetulan satu tempat dengan Disdukcapil.
Dalam sidaknya ke Dinsosnakertrans Brebes, Bupati menanyakan kepada petugas mengenai jumlah pemohon yang membuat kartu kuning, sebagai salah satu syarat untuk melamar pekerjaan.
Menurutnya, dalam kurun waktu bulan Juni kemarin, ada sekitar 5000 pemohon kartu kuning. "Kalau saat ini belum dihitung. Tapi mungkin ada sekitar seratusan lebih yang membuatnya," ungkapnya.
Bupati berharap kepada masyarakat Kabupaten Brebes, untuk tidak melakukan urban atau pergi/pindah keluar kota untuk mencari pekerjaan. Sebab, di wilayahnya kini, sudah ada beberapa perusahaan cukup besar yang menampung banyak pekera.
"Apalagi di desa, sekarang sudah ada Dana Desa, yang peruntukannya memang untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau nekat urban ke luar kota mencari pekerjaan, sementara penghasilannya ga memenuhi standar UMK atau justru sangat jauh, kan sayang sekali," pungkasnya.