![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sri Gunadi menyebutkan bahwa jumlah korban yang Meninggal Dunia (MD) saat berlangsungnya arus mudik lebaran kemarin, ternyata simpang siur.
Hal itu diketahui dari berbagai media, baik lokal, regional maupun nasional, yang mengatakan ada sebanyak 12 korban MD, juga ada yang dipublikasikan 17 korban MD.
Bahkan ada juga yang menyebutkan sebanyak 18 korban MD saat arus mudik di berbagai titik di wilayah Kabupaten Brebes. Salah satunya adalah di titik Brebes Exit Tol Timur (Brexit).
"Itu semuanya data mentah di lapangan. Itu harus diverifikasi terlebih dahulu. Sejatinya itu, berapa sih yang meninggal," ujar Sri Gunadi, Kamis 07 Juli 2016.
Pihaknya membantah anggapan bahwa kemacetan parah di tol Pejagan-Pemalang, khususnya di pintu keluar Brebes Timur atau Brexit, adalah yang menjadi penyebab utama meninggalnya para pemudik.
Menurut dia, kemacetan merupakan salah satu pemicu munculnya penyakit yang sebelumnya sudah diidap pemudik. "Ya, orang habis makan, meninggal. Habis dia turun dari mobil meninggal. Pasti sudah ada sakit sebelumnya," ujar dia.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan penyebab pasti kematian pemudik tersebut. Dia berpesan agar para pemudik mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk kemungkinan terburuk di jalur mudik.
"Jangan hanya kendaraannya saja yang baik, yang disiapkan. Tapi orangnya juga harus sehat," ucap dia.
Dia menambahkan, bahwa pemerintah setempat telah menyiapan ambulan untuk para pemudik yang bilamana sangat membutuhkan pertolongan karena sakit akibat lelah selama perjalanan.
"Yang jelas kami berupaya semaksimal mungkin juga dengan menyediakan tenaga, termasuk fasilitas medis untuk melayani para pemudik. Namun, sebaik apa pun pelayanan kesehatan yang diberikan, semuanya tergantung pada kesiapan pribadi pemudik sendiri.
"Ya, ambulan sudah kami siapkan untuk melayani para pemudik. Kami selalu siap melayani para pemudik. Tapi kalau memang pemudiknya sendiri tidak siap, ya bagaimana?" tandas dia.