![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj Idza Priyanti SE mengingatkan agar sekolah-sekolah tidak membebani siswanya dengan tarikan biaya daftar ulang.
Menurutnya, adanya penarikan biaya daftar ulang, baik untuk siswa baru maupun siswa yang naik kelas dilakukan karena adanya rencana peningkatan sekolah.
"Itu karena ada rencana peningkatan sekolah dan itu harus berdasarkan musyawarah dari Komite Sekolah," katanya kepada PanturaNews.Com, usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMPN 1 Kecamatan Bantarkawung, Minggu 26 Juni 2016.
Idza mengingatkan, agar sekolah tidak memberatkan siswa dari keluarga tidak mampu dengan adanya biaya daftar ulang atau biaya lainnya. Harus ada keringanan atau bagi siswa tidak mampu dibebaskan dari biaya.
"Kami sampaikan agar anak dari keluarga tidak mampu diberi keringanan biaya, sehingga tidak terjadi adanya putus sekolah karena masalah biaya," terang Idza.
Sementara dalam sambutannya di acara sosialisasi KIP, Idza mengingatkan bahawa KIP merupakan bantuan dari pemerintah untuk membantu kebutuhan anak sekolah. Nantinya pemegang KIP akan mendapat bantuan biaya dalam setahun sebesar Rp 450 untuk SD, Rp 750 untuk SMP dan Rp 1 juta untuk SMA.
"Dana itu nantinya akan pencairannya dilakukan dua tahap," kata Idza.
KIP didistribusikan oleh pemerintah pusat langsung ke alamat penerimanya. Karenanya, kepada penerima KIP diminta untuk segera melaporkan ke sekolahnnya masing-masing dengan disertakan kartu keluarga (KK) dan syarat adminstrasi lainnya.
"Nanti yang sudah dapat KIP segera lapor ke sekolah secepatnya," ucap Idza di hadapan ribuan wali murid penerima KIP.
Perlu di ketahui, penerima KIP di Kecamatan Bantarkawung sebanyak 6.057 anak, atau sekitar 124 ribu lebih untuk tingkat Kabupaten Brebes. KIP itu telah didistribusikan ke masing-masing penerima, langsung dari pemerintah pusat.
Sosialisasi KIP yang digelar di halaman SMPN 1 Bantarkawung, selain dihari oleh ribuan wali murid, nampak menyertai rombongan Bupati Brebes, Kepala Dinas Pendidikan, Dr H Tahroni, Camat Bantarkawung, Gunarto dan lainnya.