Ada Kebohongan Tutupi Kebangkitan Komunisme
-Laporan Zaenal Muttaqin
Minggu, 26/06/2016, 12:10:06 WIB

Prof Dr Amien Rais MA, saat berceramah pada acara Nuzulul Quran di UPB (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Mantan Ketua MPR RI, Prof Dr Amien Rais MA mengungkapkan, saat ini ada kebohongan yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk menutupi bangkitnya komunisme di Indonesia. Amien menilai, komunisme sedang menyusun bermacam cara untuk dapat bangkit kembali.

"Ada kebohongan yang secara sistematik dibuat oleh pihak tertentu. Mereka mengatakan komunisme sudah usang, tidak perlu ditakuti karena sudah tidak ada lagi. Orang mengatakan seperti itu sebenarnya sangat tidak bertanggung jawab," katanya saat berceramah pada acara peringatan Nuzulul Quran di Masjid Kampus Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), jalan raya Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu 25 Juni 2016 malam.

Menurut Amien, komunisme atau PKI melakukan bermacam cara untuk dapat bangkit kembali di Indonesia. Langkah komunis saat ini berupaya menghacurkan akhlak bangsa dan menggunakan isu Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai kedok atau tamengnya.

"Ideologi komunisme ini sedang dikembangkan secara kultural untuk dapat bangkit kembali," ujarnya.

Dikatakan, untuk menutupi kebangkitannya, komunis sekarang tidak lagi menggunakan pendekatan ateisme. Tetap mencoba masuk secara kultural dan merusak tatanan moral masyarakat.

"Kita sekarang mengetahui bermacam kemerosotan, negeri ini sedang kondisi darurat. Darurat miras, perjudian, narkoba serta lainnya," terang Amien.

Masih menurut Amien, saat ini ada kelompok yang 'sok' menghargai HAM. Berkedok HAM, mereka berusaha melegalkan apa yang disebut LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

"Jaman ini (orangnya-Red) sudah ada yang bejad, sampai ada yang membela LGBT," tegas Amien.

Sementara dalam uraiannya tentang Nuzulu Quran, Amien mengajak ummat Islam untuk cinta terhadap Alquran. Saat ini satu-satunya mukjizat yang masih asli hanya Kitab Alquran.

Keaslian Alquran selalu terjaga, karena banyak penghafal Alquran, baik dari kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Alquran juga kitab yang tidak membosankan bagi pembacanya.

"Seperti surat Alfatihah umpamanya, meskipun sehari dibaca 17 kali dan dilakukan setiap hari tidak membuat yang membaca bosan," kata Amien.

Hal penting yang harus diketahui oleh ummat muslim juga, bahwa di antara inti ajaran Alquran adalah menegakkan keadilan dan mencegah kezaliman. Itu merupakan keunggulan Alquran karena memang itu wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

"Maka bagi ummat Islam dimana saja berada pasti akan merasa gerah jika mengetahui atau melihat ketidak adilan dan kezaliman," tutur Amien.

Kedatangan Amien di UPB di acara peringatan Nuzulul Quran merupakan undangan dari Rektor UPB, Prof Yahya Muhaimin yang juga sahabat dekatnya. Acara Nuzulul Qurna malam itu dihadiri oleh segenap citivitas akademika, termasuk para mahasiswa.